Kalimat tersebut menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam percakapan keduanya. Sebab, pernyataan itu bukan sekadar ungkapan kekecewaan terhadap pasangan, tetapi juga menyentuh persoalan harga diri perempuan.
Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan tersebut, DH mengaku sangat tersinggung. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki harga diri dan tidak sepatutnya dipandang rendah melalui ungkapan semacam itu.
“Kami perempuan tidak serendah itu, manusia punya harga diri,” ujar DH.
DH menjelaskan, hubungan yang dijalaninya dengan SN berawal dari pengakuan bahwa SN telah berpisah dengan istrinya selama satu tahun enam bulan. Menurut DH, pengakuan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya bersedia menjalani hubungan itu.
Ia juga mengaku SN pernah berjanji akan membawa orang tuanya untuk bertemu dengan keluarga DH sebagai bentuk keseriusan hubungan mereka. Namun, hingga saat ini, janji tersebut menurut DH belum terealisasi.
“Kami jalani ini hubungan karena dia bilang sudah pisah satu tahun enam bulan dan dia janji mau bawa orang tuanya untuk ketemu saya punya orang tua, tapi sampai detik ini belum juga muncul,” ungkap DH.
Dalam percakapan yang sama, SN juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perlakuan sang istri. Ia mengaku merasa malu, meskipun tidak menjelaskan secara terperinci peristiwa yang membuat dirinya merasa dipermalukan.
Bahkan, SN menyebut dirinya telah mengalami perlakuan yang membuatnya merasa dipermalukan sebanyak tiga kali. Ia menggambarkan pengalaman tersebut dengan menggunakan ungkapan kasar.
Salah satu kalimat yang dituliskannya adalah dirinya diperlakukan seperti “anjing mau baku nae di jalan”. Namun, konteks lengkap dari pernyataan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan potongan percakapan yang tersedia.
Bagi DH, rangkaian percakapan itu menjadi persoalan tersendiri karena terdapat perbedaan antara pengakuan SN mengenai status rumah tangganya, janji yang disampaikan kepadanya, dan kenyataan yang ia alami selama menjalani hubungan tersebut.
TimorSavana.com berupaya menghubungi SN guna mendapatkan klarifikasi terkait hal ini namun yang bersangkutan belum bisa berkomentar dan meminta mengatur waktu klarifikasi.
“Ijin sampaikan, jika klarifikasi nanti kami atur waktu dan akan kami hubungi. utk sementara belum bisa. Maaaaf. Tuhan memberkahi kk”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













