<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Timor Savana.Com</title>
	<atom:link href="https://www.timorsavana.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<description>Menjembatani Hak Publik Untuk Tahu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2026 14:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.timorsavana.com/wp-content/uploads/2023/09/cropped-512-thumb-100x75.png</url>
	<title>Timor Savana.Com</title>
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rawat Tradisi Lokal, Pemkab TTS Gelar Festival Budaya Selama 10 Hari</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/rawat-tradisi-lokal-pemkab-tts-gelar-festival-budaya-selama-10-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 13:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Atoin Meto]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya TTS 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Tenun Ikat]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Savana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9370</guid>

					<description><![CDATA[Pemkab TTS menggelar Festival Budaya Daerah pada 20–29 Oktober 2026 dengan 236 peserta untuk melestarikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pemkab TTS menggelar Festival Budaya Daerah pada 20–29 Oktober 2026 dengan 236 peserta untuk melestarikan tradisi, memperkuat identitas, dan mendorong pariwisata.</em></p></blockquote>
<p>TTS,timorsavana.com || Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Festival Budaya Daerah Tahun 2026 selama 10 hari, terhitung 20–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat TTS.</p>
<p>Festival yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Memperkuat Identitas, Membangun Generasi TTS Berbudaya” tersebut melibatkan 236 peserta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat, seniman, dan generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, serta menampilkan kekayaan seni dan tradisi daerah.</p>
<p>Pelaksanaan Festival Budaya Daerah dilatarbelakangi pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. Kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga mencerminkan jati diri, nilai kearifan lokal, dan cara hidup masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Timor Tengah Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari adat istiadat, tarian tradisional, musik, permainan rakyat, hingga kerajinan dan kuliner khas daerah. Berbagai unsur budaya tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat serta berperan dalam menjaga keharmonisan, gotong royong, dan sikap saling menghormati.</p>
<p>Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi informasi turut menghadirkan tantangan bagi keberlanjutan budaya lokal. Masuknya berbagai pengaruh budaya luar berpotensi mengurangi perhatian generasi muda terhadap bahasa daerah, kesenian tradisional, dan nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat.</p>
<p>Karena itu, Festival Budaya Daerah 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengenalan budaya kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan menghargai tradisi yang tumbuh di lingkungan mereka.</p>
<p>Panitia pelaksana menyebutkan, salah satu tujuan festival adalah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menghargai, dan mencintai seni budaya daerah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi media pembelajaran mengenai keberagaman budaya serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Selain pelestarian tradisi, festival tersebut memberikan kesempatan kepada seniman dan pelajar untuk menampilkan karya serta kreativitas mereka. Ruang ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda terhadap seni sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi lokal.</p>
<p>Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Budaya Daerah bukan sekadar kegiatan seremonial atau tontonan hiburan, melainkan wujud komitmen bersama untuk merawat tradisi, memperkuat identitas, dan membangun generasi muda yang berbudaya.</p>
<p>Menurut Eduard, tantangan di tengah arus globalisasi dan modernisasi adalah bagaimana masyarakat tetap mempertahankan jati diri sebagai Atoin Meto. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menjaga identitas masyarakat TTS.</p>
<p>“Budaya adalah jiwa kita. Jika budaya hilang, maka hilang pula identitas kita,” tegas Eduard.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT BCTC Bantah Abaikan Ganti Rugi Lahan Warga di Ende, Negosiasi Rp150 Juta Masih Berjalan</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/pt-bctc-bantah-abaikan-ganti-rugi-lahan-warga-di-ende-negosiasi-rp150-juta-masih-berjalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 05:50:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9365</guid>

					<description><![CDATA[foto : Istimewa ENDE, timorsavana.com — Pihak kontraktor pelaksana PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>foto : Istimewa</em></p></blockquote>
<p>ENDE, timorsavana.com — Pihak kontraktor pelaksana PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan sawah milik Amatus Setu di Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Lahan tersebut terdampak pekerjaan proyek preservasi Jalan Ende–Wolowaru di KM 24.</p>
<p>Staf PT BCTC, Rofinus, membantah anggapan bahwa pihak kontraktor mengabaikan hak pemilik lahan. Menurutnya, komunikasi dengan Amatus Setu tetap dilakukan hingga saat ini untuk mencari titik temu terkait nilai ganti rugi.</p>
<p>“Jadi begini, tidak mengabaikan. Komunikasi tetap berjalan dengan beliau,” kata Rofinus saat ditemui di Toko Sinar Rembulan KM 3 milik Kosmas, Senin (19/10/2026) oleh Tim Media</p>
<p>Rofinus menjelaskan, proses negosiasi belum mencapai kesepakatan karena nilai ganti rugi yang diajukan pemilik lahan dinilai masih cukup tinggi.</p>
<p>Menurut dia, pada awal pembicaraan, pemilik lahan mengajukan ganti rugi sebesar Rp300 juta. Seiring berjalannya proses komunikasi dan negosiasi, nilai tersebut kemudian diturunkan menjadi Rp150 juta.</p>
<p>“Waktu itu permintaan beliau terlalu tinggi, minta Rp300 juta. Dengan berjalannya waktu beliau turun Rp150 juta,” ujar Rofinus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GMIT Luncurkan Kampung Pendidikan Kuatnana TTS</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/pendidikan/gmit-luncurkan-kampung-pendidikan-kuatnana-tts/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 05:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tetaf]]></category>
		<category><![CDATA[GMIT Luncurkan Kampung Pendidikan di Kuatnana TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Pendidikan GMIT]]></category>
		<category><![CDATA[Kuatnana]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Yapenkris Tois Neno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9361</guid>

					<description><![CDATA[GMIT dan Yapenkris Tois Neno meluncurkan Kampung Pendidikan di Kuatnana, TTS, dengan sekitar 1.500 peserta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>GMIT dan Yapenkris Tois Neno meluncurkan Kampung Pendidikan di Kuatnana, TTS, dengan sekitar 1.500 peserta dari 50 sekolah.</em></p></blockquote>
<p>Soe, TimorSavana.com – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Tois Neno meluncurkan Kampung Pendidikan GMIT di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (19/10/2026).</p>
<p>Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan GMIT di bidang pendidikan melalui keterlibatan keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung proses belajar anak.</p>
<p>Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berasal dari sekitar 50 sekolah. Acara ini dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, M.Th., M.M., Ketua Yapenkris Tois Neno Pdt. Nelson M. Miem, M.Th., serta Bupati TTS Eduard Markus Lioe bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p>Turut hadir Ketua Majelis Klasis Soe Timur Pdt. Mariana Maakh-Ndjukambani, M.Th., Camat Kuatnana sekaligus Penjabat Kepala Desa Tetaf Patris Th.B. Halla, S.Pi., M.Ling., serta personel Polres TTS dan Kodim 1621/TTS.</p>
<p>Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie mengatakan, peluncuran Kampung Pendidikan GMIT di Kuatnana merupakan inisiatif penting untuk memperkuat peran sekolah-sekolah GMIT melalui dukungan komunitas di sekitarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, GMIT memiliki sekitar 624 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Jumlah tersebut menjadi potensi besar yang perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, mutu pendidikan, dan daya saing lulusan.</p>
<p>Dalam grand design pembangunan pendidikan GMIT, kata Semuel, terdapat lima tahapan pengembangan menuju 2045. Periode 2020–2025 difokuskan pada penguatan kapasitas, 2025–2030 pada peningkatan mutu, 2030–2035 pada daya saing regional, 2035–2040 pada daya saing nasional, dan 2040–2045 pada daya saing global.</p>
<p>Semuel mengapresiasi Yapenkris Tois Neno yang menginisiasi Kampung Pendidikan GMIT di Kuatnana. Menurutnya, keberadaan enam sekolah GMIT di kawasan tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus pembentukan karakter Kristus bagi peserta didik.</p>
<p>“Di Kuatnana, satu tempat yang menurut saya paling unik di GMIT, karena Kuatnana menempatkan diri sebagai satu kampung pendidikan yang membuka mata kita bahwa sekolah-sekolah GMIT harus dapat topangan dari bawah,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap Kampung Pendidikan GMIT tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang berdampak bagi peserta didik dan masyarakat. Menurutnya, gerakan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berkembang menjadi gerakan besar apabila didukung secara bersama-sama.</p>
<p>Semuel juga menyoroti potensi lahan sekitar tujuh hektare yang menjadi lokasi sekolah-sekolah GMIT di kawasan tersebut. Ia berharap aset itu dapat dikembangkan untuk mendukung pembelajaran, termasuk bidang pertanian, sehingga masyarakat dan peserta didik memiliki ruang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa GMIT memperoleh program revitalisasi untuk 40 sekolah pada tahun ini. Selain itu, terdapat sekitar 11 sekolah di TTS yang mendapat bantuan pemerintah daerah. Ia berharap dukungan pemerintah dan kemitraan lintas sektor terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p>Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIT atas inisiatif pembentukan Kampung Pendidikan. Menurutnya, pelayanan gereja tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya mencerdaskan anak-anak di lingkungan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT BCTC Bantah Pemberitaan Tuntutan Ganti Rugi Lahan Warga di Proyek Ende–Wolowaru</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/pt-bctc-bantah-pemberitaan-tuntutan-ganti-rugi-lahan-warga-di-proyek-ende-wolowaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 06:34:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9356</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, timorsavana.com — PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai tuntutan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KUPANG, timorsavana.com — PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai tuntutan ganti rugi seorang warga Kabupaten Ende atas lahan sawah yang disebut terdampak pekerjaan preservasi Jalan Ende–Wolowaru.<br />
Direktur PT BCTC, Artur Suryadharma, membantah informasi yang menyebut perjuangan warga untuk mendapatkan ganti rugi atas lahan yang terdampak pekerjaan tersebut belum membuahkan hasil.<br />
“Pemberitaannya tidak benar,” tegas Artur saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (19/10/2026).<br />
Pernyataan tersebut disampaikan Artur menanggapi informasi mengenai Amatus Setu (72), warga Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, yang menuntut ganti rugi sebesar Rp150 juta kepada pihak kontraktor pelaksana.<br />
Amatus sebelumnya mengaku sebanyak 17 petak sawah miliknya tertimbun material galian dari pekerjaan preservasi Jalan Ende–Wolowaru. Selain sawah, ia menyebut sejumlah tanaman produktif miliknya juga ikut terdampak.<br />
“Saya minta Rp150 juta, tapi masih bisa omong lagi. Sawah sudah tidak ada. Di situ bukan hanya sawah yang ditimbun, tapi ada kelapa, pisang, durian, alpukat, ubi talas dan tanaman lain,” kata Amatus.<br />
Menurut Amatus, pihak kontraktor sebelumnya pernah menawarkan kompensasi kepada dirinya bersama tiga pemilik lahan lainnya. Namun, ia menolak tawaran tersebut karena menilai besaran kompensasi tidak sebanding dengan luas lahan dan dampak yang dialaminya.<br />
“Mereka pernah tawar Rp10 juta dengan ketiga pemilik lahan yang lain, tapi saya yang tidak mau karena lahan saya paling besar,” ujarnya.<br />
Namun, PT BCTC selaku kontraktor pelaksana membantah pemberitaan mengenai persoalan tersebut. Artur menegaskan informasi yang diberitakan tidak benar.<br />
Hingga klarifikasi ini disampaikan, Artur belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagian informasi yang dinilai tidak benar, termasuk terkait klaim penimbunan 17 petak sawah, nilai kompensasi yang disebut pernah ditawarkan, maupun tuntutan ganti rugi sebesar Rp150 juta.<br />
Karena itu, keterangan lebih lanjut dari PT BCTC diperlukan untuk memperjelas duduk perkara serta memberikan informasi yang utuh terkait penanganan lahan warga yang disebut terdampak pekerjaan preservasi Jalan Ende–Wolowaru.<br />
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261019_143156_271.sdocx--></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unhan Ben Mboi Diminta Realisasi Janji</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/unhan-ben-mboi-diminta-realisasi-janji/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 16:23:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[ASN Kemhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Savana]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Unhan Ben Mboi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertahanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9353</guid>

					<description><![CDATA[Orang tua Kadet Cohort III Unhan Ben Mboi meminta Presiden Prabowo dan Kemenhan memperjelas realisasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Orang tua Kadet Cohort III Unhan Ben Mboi meminta Presiden Prabowo dan Kemenhan memperjelas realisasi poin 11 tentang penempatan sebagai TNI dan ASN Kemhan.</em></p></blockquote>
<p>Belu, TimorSavana.com – Orang tua Kadet Cohort III Universitas Pertahanan (Unhan) RI Kampus Ben Mboi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertahanan merealisasikan ketentuan poin ke-11 dalam persyaratan umum seleksi masuk Unhan.</p>
<p>Permintaan tersebut disampaikan Yuliana Rodjowadu kepada media pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ia menyoroti bunyi poin ke-11 yang menyatakan, “Bersedia ditempatkan di mana saja sebagai TNI &amp; ASN Kemhan.”</p>
<p>Menurut Yuliana, ketentuan tersebut menjadi salah satu hal yang menumbuhkan harapan orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka setelah mengikuti pendidikan di Unhan Ben Mboi.</p>
<p>Ia mengatakan, orang tua dan anak telah menerima persyaratan yang ditetapkan sejak proses pendaftaran. Karena itu, keluarga berharap ketentuan tersebut mendapatkan kejelasan, terutama berkaitan dengan peluang pengabdian para kadet sebagai anggota TNI maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan.</p>
<p>“Sebagai orang tua, katong bersyukur karena Tuhan buka jalan untuk katong pu ana. Katong tahu masa depan katong pu ana Tuhan su sediakan. Di situ katong bangga, katong pu ana su diterima. Katong yakin masa depan katong pu ana sudah bagus,” ujar Yuliana.</p>
<p>Ia menjelaskan, kebanggaan tersebut muncul karena anak-anak mereka telah melewati proses seleksi dan memenuhi persyaratan pada saat mendaftar. Penerimaan sebagai kadet membuat keluarga berharap pendidikan yang dijalani dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih terjamin.</p>
<p>“Karena sudah memenuhi semua persyaratan waktu pendaftaran awal. Kalau sonde lulus, pasti su dikembalikan to. Tapi sebagai orang tua, katong bangga,” katanya.</p>
<p>Yuliana menegaskan, orang tua tidak menutup mata terhadap dukungan pemerintah selama anak-anak mereka menjalani pendidikan. Ia mengaku bersyukur karena biaya pendidikan ditanggung pemerintah, tetapi masih menyimpan kekecewaan mengenai ketidakjelasan arah pengabdian para kadet setelah mengikuti pendidikan.</p>
<p>“Kami bersyukur karena sudah dibiayai oleh pemerintah, tetapi ada rasa kecewa sedikit. Kenapa harus dialihkan ke lain, bukan ke TNI dan ASN?” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Narkoba, Polres Sikka Periksa Urine Lima LC di Cyberfive Karaoke</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/cegah-narkoba-polres-sikka-periksa-urine-lima-lc-di-cyberfive-karaoke/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 14:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KRYD Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Sarang Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan penyalahgunaan narkoba.]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Satresnarkoba Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Tes urine LC Cyberfive]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9349</guid>

					<description><![CDATA[Sikka, TimorSavana.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sikka menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sikka, TimorSavana.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sikka menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Operasi Sarang Narkoba dengan menyasar Cyberfive Pub &amp; Karaoke di Jalan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/10/2026) malam.</p>
<p>Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 22.00 hingga 23.30 WITA tersebut, petugas melakukan pemeriksaan identitas, penggeledahan barang milik ladies companion (LC), serta pemeriksaan urine menggunakan alat tes kit.</p>
<p>Operasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika, khususnya di lokasi hiburan malam yang menjadi salah satu sasaran pengawasan.</p>
<p>Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sikka, IPTU Faisal S. Alang, S.H., M.H. Sebanyak 11 personel gabungan dikerahkan untuk melaksanakan pemeriksaan di lokasi yang telah ditentukan.</p>
<p>Personel yang terlibat terdiri atas enam anggota Satresnarkoba, dua personel Sabhara, dua personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), serta satu personel Seksi Profesi dan Pengamanan (SiPropam).</p>
<p>Sebelum bergerak menuju lokasi sasaran, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel pengecekan dan arahan pimpinan atau arahan pimpinan kegiatan (APP). Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tugas.</p>
<p>Setelah apel, personel gabungan bergerak menuju Cyberfive Pub &amp; Karaoke di Jalan Wailiti. Petugas kemudian melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan sasaran dan prosedur kegiatan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan identitas terhadap sejumlah LC yang berada di lokasi hiburan malam tersebut.<br />
Selain pemeriksaan identitas, petugas juga melakukan penggeledahan terhadap barang milik para LC untuk memastikan ada atau tidaknya barang yang berkaitan dengan narkotika.<br />
Pemeriksaan dilanjutkan dengan tes urine menggunakan alat tes kit terhadap lima orang LC. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah deteksi awal untuk mengetahui indikasi penggunaan narkotika pada orang yang menjalani tes.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaporkan, kelima LC yang menjalani tes urine memperoleh hasil negatif. Petugas juga melaporkan tidak menemukan barang atau benda yang berkaitan dengan narkotika dalam pemeriksaan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengunjung Puji Fasilitas SMA Unggul Garuda TTS, Siswa Bagikan Tips Lolos Seleksi</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/pengunjung-puji-fasilitas-sma-unggul-garuda-tts-siswa-bagikan-tips-lolos-seleksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 11:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi TTS]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Unggul Garuda TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Savana]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Lolos Seleksi SMA Garuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9345</guid>

					<description><![CDATA[Pengunjung memuji fasilitas SMA Unggul Garuda TTS. Siswa Rafa Rafifah membagikan tips lolos seleksi, mulai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pengunjung memuji fasilitas SMA Unggul Garuda TTS. Siswa Rafa Rafifah membagikan tips lolos seleksi, mulai dari bahasa Inggris hingga persiapan akademik.</em></p></blockquote>
<p>Soe, TimorSavana.com — Fasilitas pendidikan dan perpustakaan SMA Unggul Garuda Baru (SUGB) Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pujian dari pengunjung saat kegiatan Gelar Griya atau Open House yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026).</p>
<p>Kegiatan ini digelar dalam rangka pengenalan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sekaligus penyampaian capaian satu tahun pembangunan dan penyelenggaraan SMA Unggul Garuda Baru. Kegiatan mengusung tema “Satu Tahun Sekolah Garuda Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”.</p>
<p>Dua pengunjung yang diwawancarai TimorSavana.com, yakni Yor Tefa dan Lefinus Asbanu, menyampaikan kesan positif setelah melihat langsung fasilitas sekolah. Sementara itu, Rafa Rafifah, salah satu siswa SUGB, membagikan pengalamannya sekaligus memberikan arahan kepada pelajar di TTS yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.</p>
<p>Yor Tefa menilai keberadaan SMA Unggul Garuda Baru di Kabupaten TTS merupakan peluang luar biasa bagi generasi muda setempat. Ia berharap para pelajar di daerah itu meningkatkan prestasi dan lebih rajin belajar agar memiliki kesempatan masuk ke sekolah tersebut.</p>
<p>“Untuk SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan sangat luar biasa. Saya mohon anak-anak TTS meningkatkan prestasi dan rajin belajar sehingga bisa masuk ke SUGB TTS,” ujar Yor.</p>
<p>Menurut dia, fasilitas yang tersedia memberikan keyakinan bahwa siswa dapat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi selama menjalani pendidikan. Ia berharap para pelajar yang nantinya diterima mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>“Ketika masuk sampai ke dalam, saya lihat fasilitasnya bagus. Ketika anak-anak masuk ke sini, saya yakin mereka akan keluar dengan membawa sebuah prestasi besar,” katanya.</p>
<p>Pujian serupa disampaikan Lefinus Asbanu, pegiat literasi di Kabupaten TTS. Ia menilai fasilitas sekolah, terutama perpustakaan, menjadi salah satu hal menarik yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan budaya membaca siswa.</p>
<p>Lefinus juga menyoroti kegiatan peluncuran buku dalam rangkaian Open House. Menurut dia, keberadaan perpustakaan dengan desain yang menarik menjadi modal penting untuk membangun lingkungan belajar yang mendorong siswa semakin dekat dengan buku dan literasi.</p>
<p>Ia berharap sekolah-sekolah di TTS, khususnya pada jenjang SMP, mulai mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersaing dalam seleksi masuk SMA Unggul Garuda Baru.</p>
<p>“Untuk masuk ke sini memang butuh perjuangan. Karena itu, penting dilakukan pembiasaan literasi di ruang-ruang SMP,” ungkap Lefinus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Tua Kadet Unhan Ben Mboi Mengaku Malu: Anak Pulang Berseragam, Masa Depan Belum Pasti</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/hukum-kriminal/orang-tua-kadet-unhan-ben-mboi-mengaku-malu-anak-pulang-berseragam-masa-depan-belum-pasti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 09:50:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kadet Unhan]]></category>
		<category><![CDATA[Menhan RI]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Soe]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Savana]]></category>
		<category><![CDATA[TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Unhan Ben Mboi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9340</guid>

					<description><![CDATA[Soe, TimorSavana.com — Rasa malu terhadap keluarga dan tetangga menjadi salah satu beban yang dirasakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Soe, TimorSavana.com — Rasa malu terhadap keluarga dan tetangga menjadi salah satu beban yang dirasakan Maxi Laka, orang tua kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI Kampus Ben Mboi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengaku terpukul karena anak yang selama ini dibanggakan sebagai calon generasi masa depan justru menghadapi ketidakpastian setelah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.</p>
<p>Maxi menyampaikan keluhannya saat berada di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (17/10/2026). Ia bersama orang tua lainnya berencana menemui Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk meminta kejelasan mengenai masa depan anak-anak mereka yang telah diwisuda pada 3 September 2026.</p>
<p>Di hadapan pihak yang mendengarkan keluhan mereka, Maxi mengungkapkan bahwa kebanggaan keluarga terhadap anak yang bersekolah di Unhan kini bercampur dengan rasa malu. Selama ini, seragam yang dikenakan anaknya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan mendapat perhatian positif dari lingkungan sekitar.</p>
<p>“Saya malu. Malu dengan tetangga, malu dengan keluarga. Saya malu karena anak saya pulang itu harus pakai seragam. Bahkan masuk gereja pun dia harus berpakaian seragam kebesaran sekolah,” ungkap Maxi.</p>
<p>Ia menceritakan, ketika anaknya masih menjalani pendidikan, keluarga dan tetangga kerap datang memberikan pujian. Mereka menganggap anak yang berhasil masuk Unhan telah memiliki masa depan yang jelas.</p>
<p>“Orang datang bilang, ‘Bapak ini luar biasa, anaknya sudah masa depannya sudah pasti.’ Tetapi ketika kami menemukan anak-anak menghadapi hal seperti ini, kira-kira Bapak bisa bayangkan apa yang terjadi dengan psikologi kami sebagai orang tua dan anak-anak?” katanya.</p>
<p>Bagi Maxi, persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar tentang peluang anak-anak mereka menjadi anggota TNI. Lebih dari itu, ketidakpastian tersebut telah mengguncang harapan yang selama ini dibangun oleh keluarga, termasuk keyakinan bahwa pendidikan di Unhan akan mengantarkan anak-anak mereka menuju masa depan yang lebih terjamin.</p>
<p>Ia menilai, orang tua telah menaruh kepercayaan besar ketika anak-anak mereka diterima dan menjalani pendidikan dengan berbagai fasilitas yang disediakan negara. Karena itu, ia berharap ada penjelasan terbuka mengenai status para lulusan dan peluang mereka melanjutkan pengabdian melalui jalur militer.</p>
<p>“Anak-anak kami perlu mendapat satu kepastian untuk masa depan mereka,” tegasnya.</p>
<p>Maxi juga mempertanyakan tujuan pembangunan Unhan Ben Mboi, rencana pembangunan Kodam XXVII/Sobe Sonbai, serta keberadaan sejumlah Korem di NTT. Menurut dia, pembangunan fasilitas pertahanan di daerah itu semestinya turut membuka ruang bagi anak-anak NTT untuk mengabdi kepada negara dan meningkatkan harkat serta martabat masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Beautiful Pain” Tuai Kesan Mendalam, Penonton Soroti Kemandirian dan Keberanian Perempuan</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/beautiful-pain-tuai-kesan-mendalam-penonton-soroti-kemandirian-dan-keberanian-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 08:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9336</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG,timorsavana.com – Film drama keluarga Beautiful Pain menggelar special screening di Cinepolis Kupang, Minggu (18/10/2026)....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KUPANG,timorsavana.com – Film drama keluarga Beautiful Pain menggelar special screening di Cinepolis Kupang, Minggu (18/10/2026). Film berdurasi 99 menit ini membawa pesan kuat tentang perjuangan perempuan menghadapi tekanan, ketidakadilan, serta keberanian untuk bersuara.</p>
<p>Beautiful Pain mengisahkan Niken, seorang ibu tunggal yang berusaha bangkit dari keterpurukan dan menemukan harapan baru melalui kariernya sebagai aktris.</p>
<p>Namun, kehidupan Niken kembali berubah ketika ia menghadapi pelecehan seksual dan fitnah yang menghancurkan reputasinya hingga membuatnya kehilangan hak asuh atas anak-anaknya.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, Niken berusaha bangkit. Dengan dukungan orang-orang terdekat, ia berjuang menghadapi sistem yang dinilai bias demi merebut kembali martabat, keluarga, serta haknya untuk menentukan jalan hidup dan menyuarakan kebenaran.</p>
<p>Film produksi Dapur Film ini disutradarai Dmaz Brodjonegoro dan diproduseri Hanung Bramantyo, dengan Nikita Mirzani sebagai executive producer. Skenario ditulis Titien Wattimena, Hanung Bramantyo, dan Dmaz Brodjonegoro.</p>
<p>Beautiful Pain dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, di antaranya Raihaanun sebagai Niken, Baim Wong sebagai Dirga, Jajang C. Noer sebagai Rahmania, Tarra Budiman sebagai Randy, Nikita Mirzani sebagai Marcella, Dimas Aditya sebagai Gerry, Siti Fauziah sebagai Sekarsari, serta Sha Ine Febriyanti sebagai Nadya Karna.</p>
<p>Selain itu, film tersebut juga diperkuat Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, dan Berliana Lovell.</p>
<p>Dalam pernyataan sutradara, Dmaz Brodjonegoro menjelaskan Beautiful Pain lahir dari kegelisahannya melihat suara perempuan yang masih mudah dibungkam, tidak hanya oleh individu, tetapi juga oleh sistem yang kerap lebih melindungi kekuasaan dibandingkan kebenaran.</p>
<p>Menurutnya, kisah Niken menggambarkan kenyataan yang masih dialami banyak perempuan. Ketika berani menyampaikan apa yang dialami, perempuan justru tidak jarang berhadapan dengan stigma, ketidakpercayaan, hingga pengucilan.</p>
<p>Karakter Niken dipilih sebagai gambaran sosok yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni seorang ibu yang berjuang mempertahankan martabat, hak asuh anak, dan hak menentukan kisah hidupnya sendiri.</p>
<p>Melalui latar industri televisi, film tersebut juga menyoroti persoalan relasi kuasa dan eksploitasi yang dapat berdampak besar terhadap kehidupan seseorang.</p>
<p>Beautiful Pain pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai trauma, tetapi juga keberanian seseorang untuk bangkit dan merebut kembali suaranya.</p>
<p>Pesan yang ingin disampaikan kepada penonton pun sederhana namun kuat: jangan takut untuk bersuara.</p>
<p>Salah seorang penonton, Hendrikus Mamun, mengaku terkesan setelah menyaksikan film tersebut. Menurutnya, Beautiful Pain memberikan banyak refleksi mengenai kehidupan keluarga, terutama tentang peran seorang ibu dan ayah dalam menghadapi persoalan rumah tangga.</p>
<p>“Pemilihan filmnya sangat luar biasa. Bagaimana peran seorang ibu, peran seorang ayah, lalu bagaimana seorang ibu menghadapi masalah dan menyelesaikannya,” kata Hendrikus usai menyaksikan film tersebut.</p>
<p>Ia menilai film ini banyak menggambarkan perjuangan seorang ibu ketika menghadapi tekanan di dunia kerja sekaligus persoalan yang berkaitan dengan anak-anak dan keluarganya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecewa Gagal Bertemu Menhan di Soe, Orang Tua Kadet Unhan Cohort III Pertanyakan Nasib Anak</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/kecewa-gagal-bertemu-menhan-di-soe-orang-tua-kadet-unhan-cohort-iii-pertanyakan-nasib-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 10:16:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=9332</guid>

					<description><![CDATA[Orang tua kadet Unhan Cohort III kecewa gagal bertemu Menhan di Soe dan meminta kepastian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Orang tua kadet Unhan Cohort III kecewa gagal bertemu Menhan di Soe dan meminta kepastian nasib anak-anak mereka setelah menyelesaikan pendidikan.</em></p></blockquote>
<p>Soe, TimorSavana.com — Sejumlah orang tua yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Kadet Cohort III Universitas Pertahanan (Unhan) RI Ben Mboi, Kabupaten Belu, mengaku kecewa setelah gagal bertemu Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang diagendakan berkunjung ke Sekolah Unggul Garuda Baru Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).</p>
<p>Para orang tua tersebut datang ke Kota Soe dengan harapan dapat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi terkait masa depan anak-anak mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di Unhan pada 3 September 2026 lalu. Namun, rencana kunjungan Menteri Pertahanan itu dibatalkan sehingga mereka tidak berkesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.</p>
<p>Paguyuban orang tua yang datang ke Soe diwakili oleh empat orang, yakni Maxi Laka, Marthen Hailitik, Nahrudin, dan Kornelis Bien. Mereka berharap dapat bertemu Menteri Pertahanan untuk meminta penjelasan mengenai kelanjutan nasib para kadet Cohort III, terutama mereka yang belum berhasil melewati seleksi penerimaan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).</p>
<p>Marthen Hailitik mengatakan kedatangan mereka bukan untuk meminta perlakuan istimewa, melainkan mengharapkan perhatian dan kepastian mengenai masa depan anak-anak yang telah menjalani pendidikan selama kurang lebih tiga tahun dengan dukungan negara.</p>
<p>Menurutnya, sejak awal pendaftaran di Universitas Pertahanan, anak-anak mereka telah melewati tahapan seleksi yang sangat ketat selama kurang lebih tiga bulan. Setelah dinyatakan lolos, mereka diwajibkan mengikuti pendidikan dasar militer sebelum melanjutkan pendidikan akademik sesuai kurikulum yang berlaku di Unhan.</p>
<p>Selama menjalani pendidikan, para kadet dibina melalui sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dan kedisiplinan militer. Para orang tua pun merasa terbantu karena biaya pendidikan dan kebutuhan hidup anak-anak mereka ditanggung negara, termasuk pemberian uang saku.</p>
<p>Mereka menilai kehadiran Universitas Pertahanan menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa harus terbebani biaya pendidikan yang besar.</p>
<p>Namun, harapan para orang tua mulai dipertanyakan ketika anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan dan harus mengikuti seleksi lanjutan untuk menjadi anggota TNI.</p>
<p>Lanjut, Marthen menjelaskan bawa sejak awal terdapat surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani para kadet, antara lain mengenai kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia sebagai anggota TNI. Hal itu membuat para orang tua berharap pendidikan yang dijalani anak-anak mereka dapat berlanjut pada kesempatan untuk mengabdi kepada negara melalui jalur tersebut.</p>
<p>Kenyataannya, para kadet tetap harus melewati tahapan seleksi lanjutan dan sejumlah di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua.</p>
<p>Pertanyakan Kuota Khusus TNI</p>
<p>Salah satu persoalan yang ingin disampaikan kepada Menteri Pertahanan adalah pelaksanaan seleksi penerimaan anggota TNI, terutama terkait kuota khusus yang menurut Marthen telah dialokasikan bagi kadet Universitas Pertahanan di Belu.</p>
<p>Berdasarkan keterangannya, surat alokasi dari Panglima TNI tersebut mencantumkan kuota sebanyak 175 orang untuk tiga matra.</p>
<p>Rinciannya, TNI Angkatan Darat memperoleh kuota 88 orang, terdiri atas 47 laki-laki dan 41 perempuan. TNI Angkatan Udara memperoleh kuota 35 orang, terdiri atas 20 laki-laki dan 15 perempuan. Sementara TNI Angkatan Laut memperoleh kuota 52 orang, terdiri atas 28 laki-laki dan 24 perempuan.</p>
<p>Namun, menurutnya, pelaksanaan seleksi untuk TNI Angkatan Darat tidak berjalan sesuai harapan para orang tua.</p>
<p>Dari 55 kadet yang mengikuti seleksi di tingkat daerah atau Panda untuk TNI Angkatan Darat, hanya 15 orang yang dinyatakan lolos, sedangkan 40 lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.</p>
<p>Dari 15 kadet tersebut, satu orang kembali dinyatakan gugur pada tahapan seleksi berikutnya di tingkat pusat. Dengan demikian, sebanyak 14 kadet dinyatakan lolos dan saat ini sedang menjalani pendidikan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
