Sebanyak 276 guru dari 23 sekolah mengikuti MGMP Zona II TTS untuk berbagi praktik baik, menyusun perangkat ajar, dan memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka.
Soe, TimorSavana.com – Sebanyak 276 guru dari 23 sekolah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berbagi praktik baik dan memperkuat kolaborasi dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP Tahap I Tahun 2026 Zona II, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru, penyusunan perangkat pembelajaran, serta penyelarasan bahan asesmen untuk kelas VII, VIII, dan IX.
Koordinator MGMP Zona II, Aleksander. J Tlonaen, S. Pd mengoordinasikan kegiatan yang melibatkan guru dari lima kecamatan, yakni Amanuban Selatan, Batu Putih, Mollo Barat, Mollo Selatan, dan Noebeba. Dari 24 sekolah yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK), sebanyak 23 sekolah hadir, sedangkan SMP Kristen Oehela dari Kecamatan Batu Putih tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Forum MGMP menjadi ruang bagi para guru untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan persoalan pembelajaran, serta mencari solusi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Selain berbagi praktik baik, para peserta bekerja bersama untuk menyusun perangkat ajar dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Sebanyak 276 peserta mengikuti kelompok kerja mata pelajaran yang mencakup Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kristen, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Katolik, Pendidikan Pancasila, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Informatika, serta Seni Prakarya.
Pembukaan MGMP Tahap I Tahun 2026 dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS di Zona I yang berpusat di SMP Negeri 1 SoE, tepat pukul 08.00 WITA. Sementara itu, peserta di Zona II, III, dan IV mengikuti pembukaan secara virtual sebelum melanjutkan kegiatan di zona masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru, terutama dalam penguasaan materi, pendekatan, model, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Melalui diskusi dan kerja bersama, guru diharapkan mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Selain menjadi wadah berbagi praktik baik, MGMP mendorong guru menyusun perangkat pembelajaran secara bersama, meliputi Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, serta instrumen asesmen. Perangkat tersebut diharapkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing.
Penguatan asesmen dan evaluasi pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Guru membahas penyusunan soal, kisi-kisi asesmen, analisis hasil belajar, serta tindak lanjut berupa program remedial dan pengayaan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Materi lainnya mencakup pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran. Integrasi literasi digital, pengenalan coding dasar, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan efektif.
Penerapan Kurikulum Merdeka turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Guru didorong memperkuat pemahaman terhadap kerangka kurikulum dan menerapkannya secara praktis melalui perangkat ajar serta instrumen evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada setiap jenjang kelas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













