KUPANG,timorsavana.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri peluncuran program One School One Product (OSOP) “Tunavasi 7” dan Kelas Khusus Olahraga (KKO) cabang Hockey di SMA Negeri 7 Kupang, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M, pejabat struktural dan fungsional, Kepala SMA Negeri 7 Kupang, para pendidik dan tenaga kependidikan, serta kepala SMA se-Kota Kupang.
Peluncuran dua program unggulan tersebut menjadi bagian dari komitmen SMA Negeri 7 Kupang dalam mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter, kewirausahaan, olahraga, dan kreativitas.
Kegiatan ini mengusung tema “Menenun Asa, Mewujudkan Generasi Berbudaya, Berkarakter dan Berdampak.”
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan SMA Negeri 7 Kupang.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang, sekaligus mengapresiasi perjalanan panjang sekolah tersebut dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di NTT.
Menurut Melki, dunia pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, yakni karakter, kemampuan akademik, dan kewirausahaan.
“Yang pertama dan terutama tentu adalah karakter,” tegas Melki.
Ia meminta para guru dan seluruh pihak di sekolah untuk terus membangun karakter peserta didik. Sebab, menurutnya, kecerdasan dan kehebatan seseorang tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan karakter yang baik.
Melki juga menyoroti pentingnya evaluasi pendidikan karakter di sekolah. Menurutnya, kemampuan akademik relatif mudah diukur melalui hasil belajar, sementara pendidikan karakter membutuhkan metode pembelajaran dan evaluasi yang lebih terarah.
“Anak mau pintar, mau hebat, kalau karakternya buruk, itu bisa menjadi masalah. Karena itu karakter harus dibentuk,” ujarnya.
Selain karakter, Melki menekankan pentingnya kualitas akademik. Ia mengapresiasi capaian SMA Negeri 7 Kupang yang sebelumnya mencatat kelulusan 100 persen dari 356 siswa.
Ia berharap prestasi akademik tersebut terus dipertahankan sehingga para lulusan SMA Negeri 7 Kupang memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Melki kemudian mengapresiasi peluncuran OSOP “Tunavasi 7” sebagai bentuk nyata pembelajaran kewirausahaan.
Menurutnya, kemampuan berwirausaha tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus diwujudkan melalui praktik langsung.
“Wirausaha itu tidak bisa hanya dengan teori, tetapi harus dengan praktik. Produk ini adalah wujud dari praktik kemampuan kewirausahaan yang bisa kita uji,” kata Melki.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program berbasis potensi lokal, termasuk One School One Product.
Melki berharap setiap sekolah di NTT dapat memiliki produk unggulan yang dikembangkan oleh siswa dan guru sesuai potensi daerah masing-masing.
“Setiap sekolah, terutama SMA, SMK dan SLB, harus memiliki produk unggulan,” ujarnya.
Ia bahkan menantang SMA Negeri 7 Kupang untuk tidak berhenti pada satu produk berbahan dasar ikan tuna, tetapi mengembangkan berbagai produk lain dari potensi lokal yang tersedia.
Melki menilai produk “Tunavasi 7” menjadi bukti bahwa sekolah dapat menjadi tempat tumbuhnya kreativitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda.
“Ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya mengembangkan akademik dan karakter, tetapi juga kewirausahaan,” katanya.
Selain OSOP, Melki juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan KKO cabang Hockey di SMA Negeri 7 Kupang.
Ia menilai program tersebut memiliki prospek besar dalam mencetak atlet muda NTT yang dapat berprestasi di tingkat nasional.
Melki berharap para siswa KKO Hockey dapat terus dibina secara serius sehingga mampu menjadi bagian dari tim NTT dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk persiapan menghadapi PON 2028.
“Anak-anak ini dipersiapkan untuk memiliki prestasi khusus di bidang Hockey dan ke depan bisa menjadi bagian dari tim NTT maupun mewakili NTT di berbagai ajang nasional,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendorong sekolah-sekolah untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.
Menurut Melki, SMA Negeri 7 Kupang memiliki peluang untuk menjadi salah satu sekolah inspiratif di NTT karena mampu mengembangkan pendidikan secara menyeluruh.
“Saya bangga berada di SMA 7 ini. Pendidikan karakter, pendidikan kewirausahaan, termasuk olahraga, semuanya mulai dibangun. SMA 7 menjanjikan untuk menjadi sekolah yang bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” katanya.
Melki berharap SMA Negeri 7 Kupang terus melahirkan generasi yang terampil, kreatif, berjiwa wirausaha, sehat, berprestasi dalam olahraga, serta memiliki karakter dan budaya belajar yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang untuk tetap menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang masih terdampak bencana gempa bumi.
Ia mengingatkan bahwa di tengah suasana perayaan dan berbagai kegiatan sekolah, solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana harus tetap menjadi bagian dari kepedulian bersama.
“Luka mereka adalah luka kita,” ujar Melki, seraya mengajak seluruh sekolah dan masyarakat NTT untuk terus memberikan dukungan bagi saudara-saudara di Flores.
Ia mengatakan, sejumlah sekolah di wilayah terdampak masih menjalankan proses belajar dalam kondisi terbatas, bahkan sebagian siswa harus belajar di bawah pohon maupun tempat pengungsian.
Karena itu, Melki mengajak satuan pendidikan di NTT untuk menyisihkan sebagian kepedulian melalui aksi donasi bagi masyarakat Flores.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













