Debat kandidat Ketua OSIS SMK Negeri 2 Soe menjadi ruang adu visi, misi dan program sebelum pemungutan suara elektronik pada 1 September 2026.
Soe, TimorSavana.com || Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Soe tahun pelajaran 2026/2027 tidak sekadar menjadi momentum memilih pemimpin baru. Sebelum siswa menentukan pilihan, para kandidat terlebih dahulu diuji melalui penyampaian visi, misi dan program kerja di hadapan warga sekolah.
Debat kandidat menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pemilihan OSIS yang mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin Pelajar yang Demokratis, Bertanggung Jawab, Berkarakter Pancasila, dan Berprestasi.” Melalui forum tersebut, siswa diberi kesempatan mengenal gagasan calon sebelum memberikan suara.
Kepala SMK Negeri 2 Soe, Nifron Karelistar A. Fallo, S.Kom., mengatakan proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran demokrasi bagi peserta didik. Menurut dia, siswa perlu memahami bahwa memilih pemimpin tidak cukup hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga harus melihat gagasan dan kemampuan calon menjalankan tanggung jawabnya.
“Ini proses pembelajaran bagi anak-anak. Siapapun yang kalah, siapapun yang menang. Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan berkecil hati karena pemenang dipilih secara demokratis,” kata Nifron.
Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS secara langsung telah dilakukan SMK Negeri 2 Soe selama tiga tahun berturut-turut. Jika sebelumnya siswa menggunakan surat suara, bilik dan kartu suara, tahun ini sekolah mulai menggunakan sistem elektronik dengan memanfaatkan laboratorium sekolah.
Perubahan sistem pemungutan suara tersebut tidak menghilangkan substansi utama pemilihan, yakni memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal calon dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab. Karena itu, debat dan penyampaian program menjadi bagian penting sebelum pemungutan suara.
Salah satu kandidat, Keyla Nindia Putri dari Jurusan Layanan Kesehatan, membawa isu kebersihan sekolah dan literasi sebagai bagian dari gagasannya. Ia menyatakan optimistis menghadapi pemilihan dan berharap program yang ditawarkan dapat memperoleh dukungan siswa.
Keyla mengusung gagasan “sekolahku bersih tanpa kotak sampah”. Ia juga menawarkan gerakan literasi yang dilakukan secara rutin, setidaknya satu kali dalam sepekan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













