Sikka,timorsavana.com || Di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan jajaran PDI Perjuangan Kabupaten Sikka.
Langkah solidaritas itu tampak ketika Lusia Adinda Dua Nurak bersama Emanuel Kolfidus, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, turun langsung melayat ke Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret, Kampung Tarungawan, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.
Kehadiran mereka bukan sekadar agenda organisasi. Di tengah suasana duka, rombongan hadir untuk menyampaikan empati dan penghormatan kepada keluarga besar seminari atas berpulangnya Leonardus Noprianto Waku, yang dikenal sebagai Frater Leo, calon imam dari Keuskupan Labuan Bajo.
Frater Leo sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere setelah mengalami luka berat dalam peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Frater Leo mengalami luka berat setelah melompat dari bagian atas gedung ketika gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026.
Kepergian Frater Leo menambah panjang catatan duka akibat bencana yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur tersebut.
Di Seminari Tinggi Ritapiret, rombongan PDI Perjuangan menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga besar seminari dan mereka yang ditinggalkan.
Dalam kegiatan tersebut, Lusia Adinda Dua Nurak dan Emanuel Kolfidus tidak datang sendiri. Mereka didampingi Tesa Nurak, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; Yansen Seda, Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka; serta Darius Evensius, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sikka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












