Proyek listrik murah di Desa Fatuulan sempat mangkrak karena caleg yang memfasilitasi kalah dalam pemilu.
Timor Savana.Com, Soe – Proyek listrik murah di Desa Fatuulan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dikabarkan akan segera dieksekusi setelah sempat mangkrak sejak 2023. Penyebabnya bukan karena teknis, melainkan karena kekalahan seorang calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2024.
Menurut Sepriamus Natonis, salah satu pengurus lapangan proyek ini, program listrik murah itu awalnya dikoordinir oleh seorang caleg melalui vendor yang ditunjuk langsung olehnya. “Vendor itu urus semua. Dari NIDI, SLO, instalasi sampai meteran. Warga hanya bayar Rp500 ribu, sisanya, sekitar Rp1 juta, ditanggung si caleg,” ujar Sepriamus, Minggu (27/4).
Namun, ketika hasil pemilu tidak berpihak pada sang caleg, seluruh komitmen pun mandek. “SLO dan NIDI sudah ada. Bahkan vendor sudah rakit modul dan beli kabel. Tapi karena caleg kalah, dia berhenti dan tidak mau bayar vendor lagi,” jelas Sepriamus.
Akibatnya, pemasangan listrik untuk warga Desa Fatuulan terhenti. SLO dan NIDI asli yang sudah selesai pun tidak diserahkan karena vendor merasa belum dibayar. “Saya minta dikirim saja, vendor tidak mau. Katanya tunggu caleg sekarang masih di luar negeri,” katanya.
Situasi ini memaksa pengurus lokal, termasuk kepala desa, mengambil alih. “Kita putuskan keluarkan saja NIDI dan SLO berdasarkan dana warga. Sekarang warga hanya tambah Rp215.000 untuk meter. Sisanya mereka urus sendiri ke kantor pos atau PLN,” lanjutnya.
Hingga kini, lima berkas sudah diproses. Direncanakan 15 hingga 20 berkas lagi akan dikirim ke desa antara 15 hingga 17 Mei mendatang.
Proyek yang semestinya menjadi jalan keluar dari kegelapan desa sejak 2023, nyaris dikubur oleh kalkulasi politik pendek. “Tidak ada yang salah dengan program ini. Hanya karena caleg kalah, masyarakat jadi korban,” tutup Sepriamus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












