Polemik P3K di TTS memanas! Ketua Fraksi PDIP DPRD TTS, Yerim Fallo, mengungkap kejanggalan dalam rekrutmen 40 calon P3K yang tak memenuhi syarat. Simak selengkapnya!
TIMOR SAVANA.COM, Soe – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yerim Yos Fallo, menyoroti polemik terkait status 44 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang tidak lolos seleksi karena dianggap tidak memenuhi syarat pengabdian di lembaga pemerintahan. Dalam Rapat Paripurna DPRD TTS pada Rabu (2/4), Yerim menyampaikan bahwa Komisi I telah mengundang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Inspektorat, serta Sekretariat Dewan untuk rapat bersama membahas isu ini.
“Kami telah melakukan kerja Komisi I dengan mengundang BKPSDMD, Inspektorat, dan Sekretariat Dewan. Rekomendasi dari komisi sudah kami sampaikan baik di pimpinan maupun di rapat-rapat lainnya,” ujar Yerim dalam forum resmi tersebut.
Yerim tegas bahwasannya hasil temuan menunjukkan para calon P3K tersebut tidak memenuhi syarat yang ditetapkan. Ia juga menyoroti adanya perintah untuk melakukan konsultasi lebih lanjut. Namun, menurutnya, konsultasi seharusnya dilakukan untuk semua calon P3K yang gagal, bukan hanya kelompok tertentu.
“Jika kita berbicara seluruh P3K yang gagal, harusnya dilakukan konsultasi untuk semua. Namun, jika hanya untuk kelompok tertentu, rekomendasi kita sudah cukup,” tegas Yerim.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap status kerja para tenaga outsourcing yang belum memiliki ikatan kerja resmi hingga saat ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan kerja atau masalah lainnya.
“Sampai hari ini, mereka belum ada ikatan kerja. Jika terjadi kecelakaan kerja, siapa yang bertanggung jawab? Apakah pimpinan DPRD, anggota, atau bupati?” tanya Yerim.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













