PPK 2.1 NTT Pastikan Mutu Jadi Prioritas dalam Penanganan Jalan Soe–Napan

Reporter : Lia Kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
20260521 093115

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi NTT, Heryanto J. Hotty, ST, :(Foto Lia kiki)

Timor Tengah Selatan, timorsavana.com – Mutu pekerjaan menjadi prioritas utama dalam penanganan ruas strategis Batas Kota Soe–Kefamenanu–Amol–Napan di Pulau Timor. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi NTT, Heryanto J. Hotty, ST, menegaskan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pengujian material di laboratorium hingga pelaksanaan di lapangan, guna memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang labil.

 

kepada media saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026) menyebutkan, terdapat dua titik longsor prioritas yang sedang ditangani dengan total panjang mencapai 140 meter. Titik pertama berada di STA 123+050 sepanjang 40 meter dan titik kedua di STA 127+250 sepanjang 100 meter.

Menurutnya, seluruh konstruksi bangunan bawah pada dua titik tersebut menggunakan bored pile sebanyak 116 titik serta Dinding Penahan Tanah (DPT) yang kini telah rampung 100 persen sebagai struktur utama penahan lereng.

“Untuk STA 127+250, pekerjaan pengecoran sudah mulai dilakukan. Bagian bawah sudah masuk tahap pembesian pile cap. Tinggal penyelesaian dinding penahan tanah dan kami targetkan minggu ini bisa selesai,” jelasnya.

Abe Hoty mengapresiasi komitmen kontraktor pelaksana yang dinilai bekerja maksimal tanpa harus terus-menerus diawasi. Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan yang harus diselesaikan bersama agar pekerjaan tetap sesuai jadwal.

“Kami terikat dengan schedule. Setiap minggu progres pekerjaan di-update melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan kementerian. Jadi setiap kendala di lapangan pasti ada konsekuensinya,” katanya.

Secara keseluruhan, progres pekerjaan gabungan paket preservasi telah mencapai sekitar 45 hingga 50 persen tanpa mengalami deviasi minus. Dari tujuh lingkup pekerjaan yang ada, empat di antaranya telah selesai 100 persen, sementara tiga lainnya masih dalam tahap pengerjaan, termasuk penanganan longsor.

Baca Juga :  Anjelus: Juara Muda dari Timur

Selain itu, pekerjaan pelebaran badan jalan juga sedang dipersiapkan dengan menunggu material geotekstil yang digunakan sebagai pembungkus badan jalan. Pelebaran tersebut diperkirakan mencapai dua meter pada beberapa titik.

“Material badan jalan sudah tersedia. Mudah-mudahan akhir Mei progres fisik bisa mencapai sekitar 52 persen sehingga schedule pertengahan tahun tetap berjalan normal,” ujarnya.

Di sektor rehabilitasi jembatan, pekerjaan juga dilakukan pada Jembatan Oemanu dengan progres sekitar 7,7 persen. Penanganan meliputi pembangunan bangunan atas dan bawah menggunakan bronjong.

Sementara itu, pada Jembatan Noemuti, penguatan dilakukan pada bagian spuring menggunakan bronjong. Namun pekerjaan sempat terkendala cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir mendadak.

“Keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas. Kalau cuaca sudah membaik, pekerjaan bronjong akan kembali dilanjutkan,” katanya.

  • Bagikan