Anita Jacoba Gah soroti tingginya stunting di TTS saat bimtek bersama BRIN di Soe. Tekankan peran kader posyandu, faktor kemiskinan, sanitasi, dan pentingnya anggaran daerah.
Soe,timorsavana.com — Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menyoroti tingginya angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meski berbagai program pemerintah telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang digelar di Hotel Bahagia II Soe pada 17 April 2026.
Menurut Anita, berbagai intervensi yang telah dilakukan belum mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, khususnya di TTS yang masih tergolong tinggi di tingkat nasional.
Ia menjelaskan, persoalan stunting tidak bisa dilepaskan dari faktor kemiskinan, rendahnya akses air bersih, serta buruknya sanitasi yang masih dialami banyak masyarakat di wilayah tersebut.
“Kita lihat di TTS ini faktor kemiskinan masih sangat tinggi, kemudian akses air bersih juga belum merata, dan ini berdampak langsung pada kualitas gizi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Anita menekankan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat turut menjadi penyebab utama tingginya kasus stunting.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan yang tidak sehat juga berpotensi memicu penyakit yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil hingga berdampak pada janin.
“Kalau sejak dalam kandungan sudah terganggu, maka anak yang lahir berisiko mengalami stunting dan gangguan perkembangan,” jelasnya.
Melalui kegiatan bimtek tersebut, Anita berharap BRIN dapat memberikan solusi berbasis riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut, kader posyandu menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













