“Kader posyandu ini garda terdepan karena mereka setiap bulan bertemu langsung dengan ibu hamil dan balita,” katanya.
Karena itu, menurutnya, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan menjadi langkah strategis agar mereka dapat menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat.
Anita juga mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kader posyandu, termasuk dalam hal insentif dan dukungan operasional.
Ia menilai, dedikasi para kader yang bekerja secara sukarela harus dihargai agar tetap termotivasi dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, Anita menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran khusus untuk pencegahan dan penanganan stunting.
“Tanpa dukungan anggaran yang memadai, program tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara atau program jangka pendek.
Menurut Anita, upaya ini sangat penting untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan generasi sehat dan berkualitas.
“Kalau anak-anak kita tidak sehat dan tidak cerdas, bagaimana kita bisa bicara Indonesia Emas,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













