Kupang,timorsavana.com– Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Wilayah Bali–Nusra dalam rangka program akselerasi mendukung Asta Cita. Kegiatan ini berlangsung di Graha Cendana Auditorium Undana, Jumat (13/02/2026).
Peluncuran dilakukan secara serentak di Indonesia, dan pada waktu tersebut Undana menjadi perguruan tinggi pertama yang melaksanakan peluncuran.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiedes Laka Lena, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof. Ir. Togar M. Simatupang, Ph.D, Rektor Undana Prof. Dr. Jefry S. Bale, S.T., M.Eng, mantan Rektor Undana Fred Benu dan Max Sanam, Bupati TTU Valentinus Kebo, Rektor Universitas Udayana, Rektor Universitas Mataram, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, serta Sekda Kabupaten Kupang dan ditandai dengan pemukulan gong.
Dalam sambutannya, Rektor Undana Prof. Dr. Jefry S. Bale menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan anugerah sekaligus momentum bersejarah bagi pendidikan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penugasan tersebut berdasarkan mandat Surat Dirjen Diktisaintek Nomor 1111/B/D.0307/2025 sebagai bentuk kepercayaan negara kepada Undana, Universitas Udayana, dan Universitas Mataram untuk menjadi pilar utama dalam percepatan Asta Cita, khususnya peningkatan dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan.
Rektor juga menyoroti fenomena sosial yang tengah terjadi di NTT, termasuk meningkatnya kasus bunuh diri di beberapa daerah seperti Ngada. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem sosial dan kesehatan mental masyarakat.
Melalui program PPDS ini, Undana berkomitmen tidak hanya mencetak dokter spesialis yang kompeten secara teknis, tetapi juga tenaga medis yang memiliki empati dan kepekaan sosial. Kehadiran prodi spesialis diharapkan mampu menjawab persoalan kesehatan masyarakat NTT, baik fisik maupun psikis.
Ke depan, Undana juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Farmasi guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan secara komprehensif di daerah. Langkah ini sejalan dengan strategi Kemendiktisaintek melalui konsep Kampus Berdampak, di mana keberadaan perguruan tinggi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof. Togar M. Simatupang, Ph.D menegaskan bahwa peluncuran PPDS di Undana, Universitas Udayana, dan Universitas Mataram merupakan bagian dari akselerasi nasional pemenuhan dan distribusi tenaga medis guna mewujudkan Asta Cita dan Indonesia Sehat 2045.
Di FK Undana dibuka dua program studi dokter spesialis baru, di FK Unram empat prodi spesialis baru, dan di FK Unud satu prodi subspesialis baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













