RUPS Bank NTT Tetapkan Status Perseroda, Kabupaten Alor Tambah Modal Rp3 Miliar

Reporter : Lia Kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
20260524 210506

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Foto : Lia Kiki

Kupang,timorsavana.com — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Tahun 2026 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur digelar di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026). Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan daerah.

RUPS dipimpin langsung Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta dihadiri para bupati dan wali kota se-NTT bersama pihak Bank Jatim. Forum berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan menyeluruh terkait kondisi dan arah pengembangan Bank NTT.

Usai rapat, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan Bank NTT ke depan. Menurutnya, berbagai parameter penting bank telah dibahas secara terbuka, mulai dari aset, pengembangan bisnis hingga rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR).

“Melalui diskusi rapat yang produktif ini kita optimis dan saya yakin perkembangan Bank NTT akan jauh lebih baik lagi dan terus bertumbuh sehat. Tadi juga kami mengecek rencana bisnisnya, rencana pencapaian keuntungan di tahun ini dan juga tahun-tahun ke depan yang dipaparkan secara terbuka oleh direksi dan komisaris Bank NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia menambahkan, seluruh kepala daerah di NTT telah berkomitmen untuk bersama-sama membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor.

Dalam RUPS tersebut juga diputuskan penyesuaian struktur manajemen Bank NTT. Berdasarkan konsultasi dan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), komposisi direksi dan komisaris yang sebelumnya direncanakan berjumlah tujuh direksi dan lima komisaris, kini kembali menjadi lima direksi dan tiga komisaris.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana DAK di SLBN Lewoleba, Dua Tersangka Ditahan Kejaksaan Negeri Lembata

Selain itu, RUPS menyetujui pengangkatan Revi Adiana Silawati dari Bank Jatim sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT setelah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan OJK. Revi diketahui memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di Bank Jatim dan dijadwalkan dilantik pada Selasa (26/5/2026), menggantikan Chris Adoe.

Forum RUPS juga menyetujui pengusulan Flouri Rita Wuisan sebagai calon komisaris independen Bank NTT.

Salah satu keputusan penting lainnya adalah perubahan status PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda. Perubahan tersebut dilakukan sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri serta hasil konsultasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.

“Tadi juga kami menyepakati adanya penambahan modal, baik itu dari Kabupaten Malaka tambah Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi Rp30 miliar,” kata Gubernur Melki.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Bank NTT saat ini telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar yang diperuntukkan bagi pekerja migran dan pelaku UMKM. Dari total tersebut, Rp50 miliar dialokasikan bagi pekerja migran dan Rp300 miliar untuk sektor UMKM.

  • Bagikan