PPK 2.1 NTT Pastikan Mutu Jadi Prioritas dalam Penanganan Jalan Soe–Napan

Reporter : Lia Kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
20260521 093115

Selain penanganan longsor dan jembatan, pekerjaan overlay serta pemeliharaan rutin pada sejumlah ruas jalan rusak juga hampir rampung.

Menurut Abe Hoty, kontrak pekerjaan dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2026. Namun pemeliharaan rutin tetap dilakukan hingga akhir masa kontrak.

Terkait kondisi cuaca di wilayah Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU) yang tidak menentu, ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi hambatan utama, meski beberapa titik longsor baru di luar kontrak sempat muncul dan harus segera ditangani.

“Kami berupaya melakukan adendum untuk mengakomodir kerusakan tambahan yang muncul di lapangan. Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, kami dituntut kreatif dalam mengelola pekerjaan agar semua kerusakan bisa tertangani semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah penanganan darurat sementara juga telah dilakukan pada tiga titik menggunakan cerucuk dan metode penguatan sementara guna menekan risiko kerusakan lebih besar.

Menurutnya, karakteristik tanah di Pulau Timor yang labil membuat penanganan cepat sangat diperlukan agar kerusakan tidak meluas dan memicu biaya yang lebih besar.

Dalam pelaksanaan proyek, Abe Hoty menegaskan seluruh material yang digunakan wajib melalui pengujian laboratorium untuk memastikan mutu dan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

Ia menjelaskan, setelah kontraktor memenangkan tender proyek, tahapan berikutnya meliputi penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), pengambilan material dari quarry yang telah disepakati saat Pre Construction Meeting (PCM), hingga pengujian laboratorium melalui Design Mix Formula (DMF) dan Job Mix Formula (JMF).

“Semua material diuji di laboratorium, mulai dari aspal, agregat, hingga timbunan pilihan. Setelah komposisi terbaik didapat, baru diterapkan di lapangan secara bertahap,” jelasnya.

Abe Hoty menegaskan bahwa mutu, kualitas, kuantitas, dan administrasi menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan infrastruktur jalan.

Baca Juga :  Anjelus: Juara Muda dari Timur

“Kita tidak main-main terhadap mutu. Tugas kami memastikan kualitas, kuantitas, dan waktu pelaksanaan berjalan sesuai standar. Ini tanggung jawab besar yang harus dijaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan membutuhkan ketelitian dan kemampuan membaca kondisi alam, terutama menghadapi cuaca yang sulit diprediksi.

“Sebagai PPK, kita harus benar-benar berpikir ekstra dan pandai membaca situasi di lapangan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai desain dan target,” pungkasnya.

  • Bagikan