Winston Rondo dorong akses BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal dan pembinaan sekolah kedinasan di Tuapukan, Kabupaten Kupang. DPRD NTT siap kawal pelaksanaan program Pemprov NTT.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Winston Neil Rondo, sosialisasikan dua program strategis Pemprov NTT saat melaksanakan reses di Desa Tuapukan, Kabupaten Kupang, 27 Maret lalu. Fokus utamanya: jaminan sosial untuk tenaga kerja informal dan kesiapan menuju sekolah kedinasan.
Program pertama yang disosialisasikan Winston adalah BPJS Ketenagakerjaan untuk Bukan Penerima Upah (BPU). Skema ini menyasar pekerja informal seperti penjual sayur, hingga petani. “Ini wilayah swasta yang selama ini terabaikan. Sekarang pemerintah buka akses hingga seratus ribu orang,” tegas Winston.
Dalam tahap awal, program ini ditargetkan menjangkau 50.000 orang. Menurutnya, antusiasme warga Tuapukan sangat tinggi. “Saudara-saudara saya di Tuapukan sangat tertarik. Prosesnya sedang disiapkan oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Winston menyebut bahwa pihaknya di DPRD NTT akan melakukan pengawasan dan pemantauan ketat. “Kami juga akan bantu menyebarluaskan informasi supaya masyarakat tahu haknya dan ikut mendaftar,” tambah politisi yang dikenal vokal itu.
Program kedua yang ia dorong adalah pembinaan calon peserta sekolah kedinasan dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Winston menyebut, program ini sudah diluncurkan oleh Gubernur NTT di SMAN 3 Kupang dan kini dalam tahap penguatan di kabupaten/kota.
Menurut Winston, sekolah kedinasan memerlukan pendekatan khusus. “Bukan hanya tes CAT. Mereka butuh persiapan fisik. Butuh pelatihan mental juga. Pemerintah harus hadir lebih awal dalam proses ini,” tegasnya.
Rencananya, pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus di tingkat dinas untuk mengawal program ini. Ia berharap langkah ini menjawab keluhan lama soal minimnya jumlah taruna asal NTT yang lolos seleksi TNI, Polri, atau STPDN.
“Ini langkah maju. Dinas Pendidikan sudah siapkan anggaran. Kita harus bantu anak-anak NTT bersaing, bukan hanya berharap keberuntungan,” ujar Winston.
Ia menutup pernyataan dengan menyebut bahwa program ini harus menyasar langsung ke akar rumput. “Informasi dan akses harus sampai ke desa-desa. Jangan hanya berhenti di kota,” tandasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












