Lomba Lari Bupati TTS Cup menuai kritik tajam dari orang tua peserta akibat manajemen panitia yang amburadul, mulai dari insiden saling tindih di titik start hingga pengamanan finis yang minim.
Soe,timorsavana.com— Pelaksanaan ajang olahraga Lomba Lari Bupati TTS Cup yang digelar baru-baru ini menuai sorotan tajam dan kritik habis-habisan dari berbagai pihak.
Ajang yang seharusnya menjadi wadah prestasi bagi para atlet muda tersebut justru memicu kekecewaan mendalam, terutama dari kalangan orang tua dan wali peserta lomba.
Manajemen pengorganisasian dari pihak panitia pelaksana dinilai sangat amburadul dan terkesan dipaksakan tanpa adanya perencanaan serta persiapan yang matang.
Kritik pedas salah satunya datang dari salah satu orang tua peserta asal Kecamatan Kie, yang secara terbuka mengecam kelalaian fatal pihak panitia dalam mengelola teknis kegiatan.
Ia menilai panitia pelaksana sangat lemah dalam melakukan manajemen massa, terutama saat mengatur ribuan peserta yang memadati area perlombaan sejak pagi hari.
Kekacauan awal yang paling disoroti terjadi pada titik start, di mana penumpukan massa peserta tidak diantisipasi dengan sistem pembagian zonasi atau jarak yang ideal.
Menurut penuturan orang tua peserta tersebut, pelepasan para pelari dilakukan secara serampangan tanpa mempertimbangkan keselamatan fisik anak-anak yang ikut bertanding.
“Peserta dilepas seperti sapi keluar dari kandang. Masa peserta begitu banyak dan tidak ada jarak yang pas bagi peserta,” ujarnya dengan nada kecewa saat diwawancarai awak media.
Akibat ketiadaan jarak aman dan pengaturan posisi start yang longgar tersebut, situasi di garis awal perlombaan langsung berubah menjadi petaka bagi sebagian peserta.
Gelombang pelari yang saling berdesakan di detik-detik awal pelepasan memicu insiden fatal yang menyebabkan puluhan anak terjatuh di aspal jalanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













