Dies Natalis ke-35, SMA Negeri 5 Kupang Tunjukkan Keseimbangan Akademik, Karakter dan Wirausaha

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260618 WA0001

 “Kita ingin pendidikan di NTT berkualitas dalam tiga aspek utama, yaitu akademis, karakter, dan kewirausahaan. Saya melihat SMA Negeri 5 Kupang telah menunjukkan praktik pendidikan yang seimbang dalam ketiga aspek tersebut. Akademisnya bagus, karakternya kuat, dan kewirausahaannya berjalan nyata.

KUPANG,timorsavana.com || Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena  menghadiri Perayaan Syukur Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 5 Kupang yang dirangkaikan dengan Reuni Akbar, Pentas Seni, Pameran Produk Siswa, serta peluncuran program One School One Product (OSOP) pada Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjalanan SMA Negeri 5 Kupang yang telah memasuki usia ke-35 tahun sekaligus meluncurkan produk unggulan sekolah melalui program OSOP.
“Selamat dan proficiat bagi SMA Negeri 5 Kupang yang hari ini merayakan ulang tahun ke-35, sekaligus meluncurkan produk OSOP. Apa yang ditunjukkan sekolah ini memberikan optimisme bahwa menciptakan sekolah yang unggul, berkualitas, dan berkarakter sangat mungkin diwujudkan,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter peserta didik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Menurutnya tersebut terlihat dari berbagai program yang dijalankan SMA Negeri 5 Kupang, termasuk peluncuran produk keripik pisang sebagai bagian dari implementasi program OSOP.

“Saya melihat anak-anak SMA Negeri 5 tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga mental kewirausahaan. Peluncuran OSOP hari ini menjadi bukti bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi berbagai inovasi pendidikan karakter yang telah diterapkan sekolah, termasuk program Guru Asuh yang melibatkan para guru sebagai pendamping bagi siswa di sekolah dan di rumah.

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Motivasi Siswa MAN Alor

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam mendukung pendidikan anak.
“Apa yang dilakukan SMA Negeri 5 ini harus menjadi model bagi sekolah-sekolah lain. Pendidikan bukan hanya tugas sekolah selama enam sampai delapan jam setiap hari. Pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membentuk anak-anak yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, dan mandiri secara kewirausahaan,” tegasnya.

  • Bagikan