GMIT Luncurkan Kampung Pendidikan Kuatnana TTS

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261020 WA0021

GMIT dan Yapenkris Tois Neno meluncurkan Kampung Pendidikan di Kuatnana, TTS, dengan sekitar 1.500 peserta dari 50 sekolah.

Soe, TimorSavana.com – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Tois Neno meluncurkan Kampung Pendidikan GMIT di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (19/10/2026).

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan GMIT di bidang pendidikan melalui keterlibatan keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung proses belajar anak.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berasal dari sekitar 50 sekolah. Acara ini dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, M.Th., M.M., Ketua Yapenkris Tois Neno Pdt. Nelson M. Miem, M.Th., serta Bupati TTS Eduard Markus Lioe bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Turut hadir Ketua Majelis Klasis Soe Timur Pdt. Mariana Maakh-Ndjukambani, M.Th., Camat Kuatnana sekaligus Penjabat Kepala Desa Tetaf Patris Th.B. Halla, S.Pi., M.Ling., serta personel Polres TTS dan Kodim 1621/TTS.

Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie mengatakan, peluncuran Kampung Pendidikan GMIT di Kuatnana merupakan inisiatif penting untuk memperkuat peran sekolah-sekolah GMIT melalui dukungan komunitas di sekitarnya.

Ia menyebutkan, GMIT memiliki sekitar 624 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Jumlah tersebut menjadi potensi besar yang perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, mutu pendidikan, dan daya saing lulusan.

Dalam grand design pembangunan pendidikan GMIT, kata Semuel, terdapat lima tahapan pengembangan menuju 2045. Periode 2020–2025 difokuskan pada penguatan kapasitas, 2025–2030 pada peningkatan mutu, 2030–2035 pada daya saing regional, 2035–2040 pada daya saing nasional, dan 2040–2045 pada daya saing global.

Baca Juga :  Usung Transparansi Pendidikan, SMA Negeri 7 Kupang Libatkan Orang Tua dalam Evaluasi Hasil Belajar

Semuel mengapresiasi Yapenkris Tois Neno yang menginisiasi Kampung Pendidikan GMIT di Kuatnana. Menurutnya, keberadaan enam sekolah GMIT di kawasan tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus pembentukan karakter Kristus bagi peserta didik.

“Di Kuatnana, satu tempat yang menurut saya paling unik di GMIT, karena Kuatnana menempatkan diri sebagai satu kampung pendidikan yang membuka mata kita bahwa sekolah-sekolah GMIT harus dapat topangan dari bawah,” ujarnya.

Ia berharap Kampung Pendidikan GMIT tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang berdampak bagi peserta didik dan masyarakat. Menurutnya, gerakan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berkembang menjadi gerakan besar apabila didukung secara bersama-sama.

Semuel juga menyoroti potensi lahan sekitar tujuh hektare yang menjadi lokasi sekolah-sekolah GMIT di kawasan tersebut. Ia berharap aset itu dapat dikembangkan untuk mendukung pembelajaran, termasuk bidang pertanian, sehingga masyarakat dan peserta didik memiliki ruang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis.

Ia menyampaikan bahwa GMIT memperoleh program revitalisasi untuk 40 sekolah pada tahun ini. Selain itu, terdapat sekitar 11 sekolah di TTS yang mendapat bantuan pemerintah daerah. Ia berharap dukungan pemerintah dan kemitraan lintas sektor terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIT atas inisiatif pembentukan Kampung Pendidikan. Menurutnya, pelayanan gereja tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya mencerdaskan anak-anak di lingkungan masyarakat.

  • Bagikan