Unhan Ben Mboi Diminta Realisasi Janji

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261019 WA0000

Orang tua Kadet Cohort III Unhan Ben Mboi meminta Presiden Prabowo dan Kemenhan memperjelas realisasi poin 11 tentang penempatan sebagai TNI dan ASN Kemhan.

Belu, TimorSavana.com – Orang tua Kadet Cohort III Universitas Pertahanan (Unhan) RI Kampus Ben Mboi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertahanan merealisasikan ketentuan poin ke-11 dalam persyaratan umum seleksi masuk Unhan.

Permintaan tersebut disampaikan Yuliana Rodjowadu kepada media pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ia menyoroti bunyi poin ke-11 yang menyatakan, “Bersedia ditempatkan di mana saja sebagai TNI & ASN Kemhan.”

Menurut Yuliana, ketentuan tersebut menjadi salah satu hal yang menumbuhkan harapan orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka setelah mengikuti pendidikan di Unhan Ben Mboi.

Ia mengatakan, orang tua dan anak telah menerima persyaratan yang ditetapkan sejak proses pendaftaran. Karena itu, keluarga berharap ketentuan tersebut mendapatkan kejelasan, terutama berkaitan dengan peluang pengabdian para kadet sebagai anggota TNI maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan.

“Sebagai orang tua, katong bersyukur karena Tuhan buka jalan untuk katong pu ana. Katong tahu masa depan katong pu ana Tuhan su sediakan. Di situ katong bangga, katong pu ana su diterima. Katong yakin masa depan katong pu ana sudah bagus,” ujar Yuliana.

Ia menjelaskan, kebanggaan tersebut muncul karena anak-anak mereka telah melewati proses seleksi dan memenuhi persyaratan pada saat mendaftar. Penerimaan sebagai kadet membuat keluarga berharap pendidikan yang dijalani dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih terjamin.

“Karena sudah memenuhi semua persyaratan waktu pendaftaran awal. Kalau sonde lulus, pasti su dikembalikan to. Tapi sebagai orang tua, katong bangga,” katanya.

Baca Juga :  Akhiri Masa Jabatan, Pj. Gubernur NTT Andriko Susanto Kunjungi Rote Ndao

Yuliana menegaskan, orang tua tidak menutup mata terhadap dukungan pemerintah selama anak-anak mereka menjalani pendidikan. Ia mengaku bersyukur karena biaya pendidikan ditanggung pemerintah, tetapi masih menyimpan kekecewaan mengenai ketidakjelasan arah pengabdian para kadet setelah mengikuti pendidikan.

“Kami bersyukur karena sudah dibiayai oleh pemerintah, tetapi ada rasa kecewa sedikit. Kenapa harus dialihkan ke lain, bukan ke TNI dan ASN?” ungkapnya.

  • Bagikan