Orang Tua Kadet Unhan Ben Mboi Mengaku Malu: Anak Pulang Berseragam, Masa Depan Belum Pasti

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261018 WA0032

Soe, TimorSavana.com — Rasa malu terhadap keluarga dan tetangga menjadi salah satu beban yang dirasakan Maxi Laka, orang tua kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI Kampus Ben Mboi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengaku terpukul karena anak yang selama ini dibanggakan sebagai calon generasi masa depan justru menghadapi ketidakpastian setelah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Maxi menyampaikan keluhannya saat berada di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (17/10/2026). Ia bersama orang tua lainnya berencana menemui Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk meminta kejelasan mengenai masa depan anak-anak mereka yang telah diwisuda pada 3 September 2026.

Di hadapan pihak yang mendengarkan keluhan mereka, Maxi mengungkapkan bahwa kebanggaan keluarga terhadap anak yang bersekolah di Unhan kini bercampur dengan rasa malu. Selama ini, seragam yang dikenakan anaknya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan mendapat perhatian positif dari lingkungan sekitar.

“Saya malu. Malu dengan tetangga, malu dengan keluarga. Saya malu karena anak saya pulang itu harus pakai seragam. Bahkan masuk gereja pun dia harus berpakaian seragam kebesaran sekolah,” ungkap Maxi.

Ia menceritakan, ketika anaknya masih menjalani pendidikan, keluarga dan tetangga kerap datang memberikan pujian. Mereka menganggap anak yang berhasil masuk Unhan telah memiliki masa depan yang jelas.

“Orang datang bilang, ‘Bapak ini luar biasa, anaknya sudah masa depannya sudah pasti.’ Tetapi ketika kami menemukan anak-anak menghadapi hal seperti ini, kira-kira Bapak bisa bayangkan apa yang terjadi dengan psikologi kami sebagai orang tua dan anak-anak?” katanya.

Bagi Maxi, persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar tentang peluang anak-anak mereka menjadi anggota TNI. Lebih dari itu, ketidakpastian tersebut telah mengguncang harapan yang selama ini dibangun oleh keluarga, termasuk keyakinan bahwa pendidikan di Unhan akan mengantarkan anak-anak mereka menuju masa depan yang lebih terjamin.

Baca Juga :  Pelaku Persetubuhan Anak di Kelurahan Karang Sirih Terancam 15 Tahun Penjara

Ia menilai, orang tua telah menaruh kepercayaan besar ketika anak-anak mereka diterima dan menjalani pendidikan dengan berbagai fasilitas yang disediakan negara. Karena itu, ia berharap ada penjelasan terbuka mengenai status para lulusan dan peluang mereka melanjutkan pengabdian melalui jalur militer.

“Anak-anak kami perlu mendapat satu kepastian untuk masa depan mereka,” tegasnya.

Maxi juga mempertanyakan tujuan pembangunan Unhan Ben Mboi, rencana pembangunan Kodam XXVII/Sobe Sonbai, serta keberadaan sejumlah Korem di NTT. Menurut dia, pembangunan fasilitas pertahanan di daerah itu semestinya turut membuka ruang bagi anak-anak NTT untuk mengabdi kepada negara dan meningkatkan harkat serta martabat masyarakat.

  • Bagikan