Ia berharap tujuan pemerintah membangun fasilitas pendidikan dan pertahanan di NTT tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi generasi muda setempat.
Maxi mengaku tidak memahami mengapa anak-anak yang telah menempuh pendidikan dengan dukungan fasilitas negara masih menghadapi kesulitan untuk masuk menjadi anggota TNI. Ia pun meminta pemerintah memberikan kejelasan agar keluarga tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Meski demikian, Maxi menegaskan bahwa kedatangan para orang tua bukan untuk melakukan demonstrasi. Mereka hanya ingin menyampaikan kegelisahan dan mendapatkan jawaban langsung dari Menteri Pertahanan.
“Kami sebenarnya bukan datang untuk apa-apa, bukan untuk demo. Kami ingin menyampaikan keluhan hati kami. Kami kecewa karena tidak bisa bertemu. Mudah-mudahan melalui situasi seperti ini, beliau bisa mendengarkan suara-suara kami,” ujarnya.
Pertemuan dengan Menhan Kembali Ditunda
Para orang tua semula berencana menemui Menteri Pertahanan RI pada Jumat (17/10/2026). Namun, rencana kedatangan tersebut dibatalkan dan dijadwalkan kembali pada Sabtu (18/10/2026).
Berdasarkan pantauan TimorSavana.com, rencana kedatangan pada Sabtu kembali ditunda hingga Senin (19/10/2026).
Penundaan tersebut membuat para orang tua masih harus menunggu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Maxi berharap pertemuan itu dapat terlaksana sehingga mereka memperoleh penjelasan mengenai status dan masa depan anak-anak mereka.
Kepastian tersebut menurut Maxi lebih dari sekadar menjawab pertanyaan keluarga, melainkan untuk memulihkan harapan anak-anak yang selama ini menjadi kebanggaan orang tua dan lingkungan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













