Namun, pelaksanaan kurikulum masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses dan pemerataan sarana teknologi di beberapa sekolah. Selain itu, guru masih membutuhkan penguatan dalam penyesuaian administrasi pembelajaran, pemahaman asesmen, serta penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam atau deep learning dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Karena itu, pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk membantu guru beradaptasi dengan perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan. Kolaborasi dalam MGMP diharapkan menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan guru sekaligus berbagi solusi atas kendala yang dihadapi di kelas.
Kegiatan MGMP melibatkan tujuh narasumber, yakni H. Muhamad Arifoedin, S.Pd., M.Pd.; Aris Kikhau; Adoniram D. Benmetan, S.Pd.; Fidron Sakan, S.Pd.; Robi N. D. Betty, S.Pd.; Rini E. Kitu, S.Pd.; serta Sefriani R. I. Boimau, S.Pd.
Sementara itu, pelaksanaan pleno MGMP Tahap I di Zona I hingga Zona IV melibatkan 42 narasumber atau tim mutu. Tim tersebut terdiri atas unsur pengawas sekolah, ketua MGMP, pengurus MGMP, serta guru-guru inti pengembangan kurikulum sesuai mata pelajaran masing-masing.
Rangkaian MGMP Tahap I dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah pra-MGMP secara daring pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang meliputi pengarahan umum melalui Zoom Meeting, pembagian tugas mandiri, dan penyusunan perangkat pembelajaran oleh badan pengurus MGMP.
Tahap kedua adalah belajar mandiri, yakni peserta mengerjakan tugas penyusunan perangkat ajar dan kisi-kisi soal dengan pendampingan tim mutu melalui media komunikasi daring. Tahap ketiga berupa pleno luring yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, di setiap zona untuk mempresentasikan, meninjau, merevisi, dan memfinalisasi perangkat pembelajaran serta bahan soal.
Dalam pleno tersebut, guru bersama tim pendamping menelaah hasil kerja setiap kelompok mata pelajaran agar perangkat yang disusun dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Proses ini juga diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai tindak lanjut pembelajaran, termasuk jadwal penilaian, standar ketuntasan, remedial, dan pengayaan.
Target akhir kegiatan meliputi perangkat ajar lengkap untuk kelas VII, VIII, dan IX yang dihimpun berdasarkan mata pelajaran, bahan soal setiap mata pelajaran, laporan pengimbasan kegiatan In House Training (IHT) dari setiap satuan pendidikan, serta penyelesaian dokumen satuan pendidikan yang belum tuntas.
Melalui forum ini, MGMP Zona II diharapkan memperkuat kolaborasi antarguru dan kepala sekolah, mendorong pemerataan penerapan kurikulum serta literasi digital, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Hasil diskusi dan perangkat yang disusun bersama diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













