DH mengungkap kronologi hubungannya dengan Plt Camat Mollo Utara sejak 2023, mulai dari pengakuan status pernikahan hingga kehamilan.
Soe, TimorSavana.com – DH mengungkapkan kronologi hubungannya dengan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mulai dari perkenalan pada akhir Oktober 2023 hingga hubungan tersebut berakhir setelah dirinya mengetahui sejumlah hal yang dinilai tidak sesuai dengan janji SN.
DH mengaku, perkenalan mereka bermula ketika dirinya pulang dari gereja Padang di Nunmanus. Dalam perjalanan, ia melihat SN sedang duduk di sebuah kios dekat cabang puskesmas. Saat itu, SN hendak menuju Nunbena, tetapi sepeda motornya mengalami kerusakan.
SN kemudian memanggil DH yang saat itu kebetulan mampir karena neneknya memiliki kios di lokasi tersebut. Keduanya lalu duduk dan berbincang. Karena merasa tidak nyaman berlama-lama di tempat orang lain, DH mengajak SN ke rumahnya.
Sejak pertemuan itu, SN disebut rutin singgah setiap kali bepergian ke Nunbena. Dalam salah satu kunjungan, SN menanyakan sebuah truk yang terparkir di rumah DH, apakah kendaraan tersebut hendak dijual atau tidak.
DH menjawab bahwa truk itu memang akan dijual, tetapi BPKB masih berada di bank. Ketika ditanya harga, DH menyebut angka Rp55 juta. SN sempat menawar agar harganya diturunkan, tetapi DH menolak karena menurutnya kekurangan kendaraan hanya pada bagian bodi dan bak, sementara kondisi mesin masih baik.
Menurut DH, SN bahkan sempat meminta agar mesin kendaraan dinyalakan. Setelah itu, komunikasi keduanya semakin intens. SN meminta nomor telepon DH dengan alasan kemungkinan ingin berkomunikasi terkait rencana pembelian truk tersebut.
DH mengaku, SN kemudian mulai mengirim pesan secara rutin, bahkan kerap menggunakan emotikon berbentuk hati. SN juga sering mengisi paket data ketika berkunjung ke rumah. Saat itu, SN masih menjabat sebagai Sekretaris Camat Nunbena dan kerap singgah untuk minum kopi pada pagi maupun sore hari.
“Setiap saat kami chat. Dia balas dengan emoticon love terus. Sampai dia bilang, ‘Din, kamu tidak mengerti dengan saya punya chat itu ko? Saya ada maksud dan tujuan’,” ungkap DH.
Kedekatan itu kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi. DH mengaku mulai menceritakan masa lalunya kepada SN. Pada akhir 2023, SN bahkan mulai menginap di rumahnya. DH menyebut tanggal 20 Desember 2023, bertepatan dengan ulang tahun SN, sebagai awal dirinya mulai tinggal bersama di rumah tersebut.
Dalam perjalanan hubungan itu, DH mengaku SN pernah menceritakan persoalan rumah tangganya. Menurut DH, SN mengaku telah lama hidup dalam kekecewaan terhadap istrinya. Bahkan, SN menyebut istrinya seperti setan karena perbedaan agama yang disebutnya terjadi di dalam rumah tangga mereka.
SN juga dikatakan bercerita bahwa pernikahan mereka berlangsung secara Katolik dan anak-anaknya dibaptis secara Katolik. Namun, ketika DH mempertanyakan persetujuan istrinya, SN mengaku pernah diminta menandatangani dokumen di salon tanpa mengetahui isi surat tersebut.
Pengakuan itu membuat DH sempat mencoba mencari tahu lebih jauh mengenai status perkawinan SN. Namun, menurut DH, setiap kali ia berusaha memeriksa telepon genggam SN, upaya tersebut ditolak.
“Dia bilang, ‘Din, kamu belum punya kewenangan untuk pegang saya punya HP. Tapi kamu percaya dengan saya. Apa yang saya sampaikan itu benar. Saya ini seorang pejabat, tidak mungkin tipu kamu’,” kata DH menirukan ucapan SN.
Persoalan status rumah tangga itu semakin menjadi perhatian keluarga DH ketika SN mulai sering menginap di rumah. Orang tua DH kemudian mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan SN yang sudah berlangsung berulang kali.
DH menyebut, SN menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya memiliki maksud terhadap DH, tetapi meminta agar DH sendiri yang menyampaikannya kepada kedua orang tua. Sebelum keluarga sempat membicarakan persoalan itu dengan keluarga besar, terjadi penggerebekan pada awal Januari 2024 oleh kakak laki-laki DH bersama sejumlah keluarga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













