Kupang,timorsavana.com || Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT yang menyelenggarakan Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan pemahaman keuangan sekaligus mempersiapkan generasi muda sebagai agen edukasi keuangan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston, Sabtu (31/10/2026) malam tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026 dengan tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan, Mendorong NTT yang Semakin Inklusif.”
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, pimpinan perbankan, serta pimpinan perguruan tinggi.
Pemilihan Duta Literasi Keuangan tahun ini diikuti oleh 74 peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTT. Setelah melalui proses seleksi dan pembekalan, terpilih 20 finalis terbaik yang berkompetisi pada babak grand final.
Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT atas dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi NTT dalam pelaksanaan berbagai program literasi dan inklusi keuangan.
Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks literasi keuangan masyarakat NTT tercatat sebesar 67,71 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 92,78 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sudah cukup luas, namun masih terdapat kesenjangan yang perlu dijawab melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, pemilihan Duta Literasi Keuangan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, kreativitas, dan kepedulian untuk menjadi mitra edukasi keuangan di masyarakat.
Sebelum memasuki grand final, para finalis telah mengikuti pembekalan melalui program Training of Trainers selama tiga hari, pada 19–21 Oktober 2026. Mereka mendapatkan materi seputar tugas dan fungsi OJK, perbankan, pasar modal, layanan keuangan digital, kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan, hingga teknik komunikasi dan pembuatan konten edukasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari banyaknya rekening yang dibuka atau besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi terutama dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Masyarakat tidak cukup hanya memiliki rekening, tetapi juga harus memahami manfaat menabung dan perencanaan keuangan. Begitu pula pelaku usaha yang memperoleh pembiayaan harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha,” ungkap Gubernur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













