Veronika Sasi melaporkan JF ke Polres TTS atas dugaan pengeroyokan di lokasi proyek SD Negeri Oeleon, Fautmolo, pada 12 Oktober 2026.

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261023 WA0007

Soe, TimorSavana.com – Veronika Sasi (VS) melaporkan JF ke Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, atas dugaan pengeroyokan yang disebut terjadi di lokasi proyek pembangunan SD Negeri Oeleon, Kecamatan Fautmolo, Senin (12/10/2026).

Laporan tersebut bermula dari persoalan rumah tangga yang menurut VS telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia mengaku mendatangi lokasi kerja JF untuk meminta penjelasan setelah mencurigai adanya hubungan antara JF dan seorang perempuan berinisial D.

Kepada media, VS menuturkan bahwa ia telah lama mengetahui kedekatan JF dengan D. Namun, menurut pengakuannya, ia belum memiliki kesempatan untuk mengungkap persoalan tersebut secara langsung hingga akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum.

VS mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, komunikasi antara dirinya dan JF masih berjalan lancar. Namun, belakangan ia merasa ada perubahan sikap yang menimbulkan kecurigaan.

 

Pada Senin, 12 Oktober 2026, VS mengaku kesulitan memperoleh jawaban dari JF. Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, ia kemudian mengajak saudaranya, berinisial KT, untuk mendatangi lokasi tempat JF bekerja.

 

Setibanya di sekitar lokasi proyek, VS dan KT bertemu dengan seorang warga. Saat menanyakan keberadaan orang dari Kota Soe yang bekerja di tempat tersebut, warga itu disebut menyampaikan bahwa ada seorang perempuan yang dikenal sebagai istri JF.

 

Informasi tersebut membuat VS mempertanyakan keadaan yang ditemuinya. Pasalnya, menurut pengakuannya, selama ini ia merasa sebagai pasangan JF dan tinggal bersama anak-anak mereka di Soe.

 

VS kemudian berusaha memastikan informasi tersebut dengan mendatangi lokasi pekerjaan. Di sana, ia mengaku bertemu dengan D, perempuan yang sebelumnya pernah dilihatnya bersama JF.

 

Pertemuan itu memicu cekcok antara VS dengan JF dan D. Menurut VS, pertengkaran tersebut kemudian berujung pada dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh keduanya terhadap dirinya.

Baca Juga :  Lomba Lari Bupati Cup 2026 Dinilai Telantarkan Anak dan Tak Profesional

 

VS mengaku mengalami kekerasan saat mendatangi lokasi proyek untuk meminta penjelasan. Atas peristiwa tersebut, ia memilih melaporkan JF ke Polres TTS pada 12 Oktober 2026.

 

Kristina Tauho, salah satu anggota keluarga yang mendampingi VS, membenarkan bahwa mereka mendatangi lokasi proyek setelah VS merasa curiga terhadap sikap JF. Kristina juga menceritakan bahwa mereka bertemu dengan seorang warga yang menyebut keberadaan perempuan yang diakui sebagai istri JF.

  • Bagikan