Warga Nununamat TTS mempertanyakan draft dukungan Kepala Desa Semy Aoetpah. Nama dan tanda tangan warga dikumpulkan tanpa kop surat dan tujuan jelas
SOE, TIMORSAVANA.COM – Sejumlah warga Desa Nununamat, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mempertanyakan beredarnya draft berisi nama dan tanda tangan warga yang disebut berkaitan dengan dukungan terhadap Kepala Desa Nununamat, Semy Aoetpah. Warga khawatir tanda tangan yang mereka bubuhkan digunakan untuk kepentingan lain di luar penjelasan yang mereka terima.
Salah seorang warga, Nertus Silla, mengatakan persoalan itu bermula pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ketika sebuah surat dibawa ke wilayah RK Taelinah oleh Margarita Banoet. Menurut Nertus, Margarita disebut membawa surat tersebut atas perintah Kepala Dusun IV Nununamat, Yorim Tlonaen.
Nertus mempertanyakan kewenangan Margarita yang menurutnya merupakan masyarakat biasa untuk mengedarkan dan mencatat nama warga. Ia juga mempertanyakan mengapa tugas yang berkaitan dengan masyarakat di RK Taelinah tidak disampaikan melalui aparat RK atau RT setempat.
“Kalau ada perintah dari kepala desa atau BPD dan membutuhkan masyarakat, kenapa kepala dusun tidak memberikan kepada aparat RK atau RT Taelinah, tetapi justru diberikan kepada masyarakat biasa?” kata Nertus saat ditemui wartawan.
Kecurigaan warga semakin besar setelah mereka melihat format dokumen yang dibawa. Nertus mengatakan lembar tersebut tidak memiliki kop surat atau penjelasan resmi mengenai tujuan pengumpulan tanda tangan. Dokumen itu hanya memuat tabel berisi nomor urut, nama, jabatan dan kolom tanda tangan.
Menurut Nertus, kepada warga, pengumpulan nama tersebut disampaikan berkaitan dengan sumbangan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun, pola yang terjadi dinilai berbeda dengan kebiasaan sebelumnya. Warga tidak hanya diminta mencatat nama, tetapi juga diminta membubuhkan tanda tangan.
Bahkan, kata Nertus, terdapat warga yang setelah menandatangani dokumen hendak menyerahkan uang. Namun mereka justru diminta tidak memberikan uang terlebih dahulu karena nantinya uang tersebut akan diterima oleh RT yang datang ke rumah warga.
Nertus mengaku dirinya sendiri mengalami hal tersebut. Namanya dicatat dalam dokumen, tetapi yang kemudian membubuhkan tanda tangan justru istrinya. Ia menilai situasi itu menimbulkan pertanyaan karena identitas dan tanda tangan warga dikumpulkan tanpa penjelasan tertulis yang jelas mengenai penggunaan data tersebut.
“Saya tanya, Mama Margarita kasih jalan surat apa. Dia jawab, ini saya diperintah dari kepala dusun supaya saya tulis nama untuk HUT RI. Tapi kalau uangnya saya tidak bisa terima, nanti RT yang datang terima,” ujar Nertus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













