Pemkab TTS menggelar Festival Budaya Daerah pada 20–29 Oktober 2026 dengan 236 peserta untuk melestarikan tradisi, memperkuat identitas, dan mendorong pariwisata.
TTS,timorsavana.com || Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Festival Budaya Daerah Tahun 2026 selama 10 hari, terhitung 20–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat TTS.
Festival yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Memperkuat Identitas, Membangun Generasi TTS Berbudaya” tersebut melibatkan 236 peserta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat, seniman, dan generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, serta menampilkan kekayaan seni dan tradisi daerah.
Pelaksanaan Festival Budaya Daerah dilatarbelakangi pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. Kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga mencerminkan jati diri, nilai kearifan lokal, dan cara hidup masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Timor Tengah Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari adat istiadat, tarian tradisional, musik, permainan rakyat, hingga kerajinan dan kuliner khas daerah. Berbagai unsur budaya tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat serta berperan dalam menjaga keharmonisan, gotong royong, dan sikap saling menghormati.
Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi informasi turut menghadirkan tantangan bagi keberlanjutan budaya lokal. Masuknya berbagai pengaruh budaya luar berpotensi mengurangi perhatian generasi muda terhadap bahasa daerah, kesenian tradisional, dan nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat.
Karena itu, Festival Budaya Daerah 2026 tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengenalan budaya kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan menghargai tradisi yang tumbuh di lingkungan mereka.
Panitia pelaksana menyebutkan, salah satu tujuan festival adalah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menghargai, dan mencintai seni budaya daerah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi media pembelajaran mengenai keberagaman budaya serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Selain pelestarian tradisi, festival tersebut memberikan kesempatan kepada seniman dan pelajar untuk menampilkan karya serta kreativitas mereka. Ruang ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda terhadap seni sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi lokal.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Budaya Daerah bukan sekadar kegiatan seremonial atau tontonan hiburan, melainkan wujud komitmen bersama untuk merawat tradisi, memperkuat identitas, dan membangun generasi muda yang berbudaya.
Menurut Eduard, tantangan di tengah arus globalisasi dan modernisasi adalah bagaimana masyarakat tetap mempertahankan jati diri sebagai Atoin Meto. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menjaga identitas masyarakat TTS.
“Budaya adalah jiwa kita. Jika budaya hilang, maka hilang pula identitas kita,” tegas Eduard.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













