“Ini merupakan bantuan andalan saya. Model bangunan ini pada dasarnya dirancang untuk sekolah, tetapi juga digunakan untuk kapela atau gereja di mata jemaat baru yang jumlah kepala keluarganya di bawah 100, khususnya yang baru terbentuk,” tambah pria yang tengah bersiap maju sebagai calon gubernur NTT periode 2025–2030.
SPK juga menyoroti persoalan mendasar di sekolah tersebut—kekurangan ruang kelas yang memaksa siswa belajar dalam dua sesi: pagi dan sore.
“Jumlah siswa cukup banyak, tapi ruangannya terbatas, jadi sampai sekarang siswa-siswi masih harus belajar pagi dan sore,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD GMIT SoE II, Yusak Neolaka, S.Pd., menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyebut aula ini sangat penting karena selama ini sekolah belum pernah memilikinya.
“Kami bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Bapak Simon Petrus Kamlasi atas kepeduliannya. Gedung ini sangat kami butuhkan, khususnya untuk aula. Sejak sekolah ini berdiri, kami belum pernah memiliki aula, sehingga kesulitan dalam menjalankan ibadah dan pembinaan rohani,” kata Yusak.
Menutup pernyataannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam:
“Kami tidak memiliki apa pun untuk membalas bantuan ini, namun kami akan terus mendoakan agar kebaikan dan kepedulian ini menjadi berkat bagi banyak orang.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












