Beras Oebobo produksi BUMDes Meo Eno kini menembus pasar modern di Kupang. Stok perdana 1 ton disalurkan ke Bee Mart, didukung program OVOP dan kerja sama dengan petani lokal.
Timor Savana, Batu Putih – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meo Eno, Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, resmi memasarkan beras produksi lokalnya, Beras Oebobo, ke gerai modern untuk pertama kalinya. Sebanyak satu ton beras didistribusikan ke Bee Smart Kayu Putih, sebuah minimarket yang letaknya tak jauh dari kampus Universitas Citra Bangsa dan Universitas Muhamadiyah Kupang.
Direktur BUMDes Meo Eno, Semy Banunaek, mengatakan bahwa kerja sama dengan Bee Mart terjalin usai pertemuan dalam kegiatan One Village One Product (OVOP) di kantor Gubernur NTT. “Pada saat kegiataj OVOP, kami bertukar kontak dan menjalin komunikasi hingga terwujud kerja sama ini,” ujarnya.
Beras Oebobo sebelumnya hanya dijual di pasar tradisional. Kini, BUMDes Meo Eno mulai memperluas jaringan pemasaran ke sejumlah minimarket lain di wilayah Kota Kupang. Selain Bee Mart, pengiriman juga akan dilakukan ke Gubernur NTT sebanyak 2 ton, Ketua DPRD Provinsi 3 ton, serta beberapa pengusaha lokal. Permintaan beras Oebobo saat ini telah mencapai 22 ton.
Kepala Desa Oebobo menyatakan, kegiatan ini telah berlangsung sejak April 2024. Ia menyebut, program OVOP membantu meningkatkan posisi tawar dan peluang pasar produk desa.
Meski terkendala modal, BUMDes tetap mengupayakan produksi dengan menggandeng penggilingan padi (RMU) di desa setempat. “Kami (BumDes) memang terkendala dengan modal awal. Untuk sementara ini kami juga gandeng pemilik penggilingan padi yang ada di desa untuk menciptakan siklus ekonomi yang sehat di masyarakat. Dan kami optimis bahwa adanya koperasi merah putih (KMP) modal bukan lagi sesuatu yang harus dipermasalahkan”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












