“Bapak Marthen menegaskan kembali jati dirinya sebagai anak Boti. Ia hadir dengan hati dan tenaga, bukan hanya dengan janji,” ujar Balsasar kepada media ini.
Pekerjaan rabat jalan tersebut murni dikerjakan secara gotong royong tanpa membayar tukang. Marthen menekankan pentingnya semangat kolektif dalam membangun desa. Ia menyebut, infrastruktur dasar harus dibangun dengan partisipasi warga, bukan hanya mengandalkan dana pemerintah.
“Kalau menunggu anggaran, bisa lama. Tapi kalau kita gotong royong, hasilnya bisa langsung dirasakan. Ini budaya kita, dan harus dijaga,” tegas Marthen Natonis di lokasi kegiatan.
Rabat jalan yang dibangun menjadi akses penting bagi warga untuk menuju kebun, sekolah, serta layanan dasar lainnya. Infrastruktur kecil ini berdampak besar pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Marthen Natonis juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD TTS, Moerdekai Liu, yang turut memberikan dukungan atas terlaksananya kegiatan ini. “Saya berterima kasih atas dukungan moral dan politik dari Ketua DPRD TTS, Bapak Moerdekai Liu. Ini bentuk kebersamaan antar pimpinan dalam mendorong pembangunan yang bersumber dari rakyat,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












