Topik : 

Bawang Merah Dongkrak Ekonomi Desa Pana: Perputaran Uang Capai Rp700 Juta Lebih!

Reporter : Mesron Nome
  • Bagikan
IMG 20250406 101004

Kesuksesan Desa Pana tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan sahabat TRI seperti Peter Salem dan Hendra Gunawan. Peter menceritakan bahwa sejak rakor pertama bersama 12 desa pada Oktober 2024, TRI aktif memberikan edukasi soal pemupukan organik melalui grup WhatsApp. “Motivasi kami hanya dua: hasil panen naik dua kali lipat dan terjadi regenerasi petani,” kata Peter.

Ia juga menyebut bahwa regenerasi petani bukan soal usia, tapi semangat baru dari masyarakat. “Mau anak-anak atau orang dewasa, kalau sudah lihat hasil nyata, mereka akan kembali bertani,” ungkapnya. Menurutnya, semua produk TRI bersifat organik dan bisa dikombinasikan dengan pestisida atau fungisida—asal bukan herbisida.

Peter menambahkan, sepanjang 2024 dirinya mendampingi 24 desa dan kini fokus mengajak generasi muda TTS kembali ke sektor pertanian. “Kami terbuka untuk semua kelompok tani yang mau berkolaborasi. Pendampingan akan terus kami lakukan,” ujarnya penuh semangat.

Rencana ke depan, Desa Pana akan melakukan pengadaan bibit bawang lokal sebanyak 5 ton, ditanam di musim hujan timur bulan Juni. “Kami akan beli dari masyarakat sendiri agar perputaran uang tetap di desa. Kalau ada dana Rp100 juta sampai Rp200 juta, itu akan kembali ke warga juga,” kata Simri.

Di musim panas, pemerintah desa siap menyewa lahan dekat sumber air dan memaksimalkan alat pertanian yang telah dibeli. Simri menegaskan, “Meski topografi kami berbukit, tanah ini bisa hasilkan bawang merah terbaik. Kami optimis ke depan ekonomi masyarakat akan terus naik.”

  • Bagikan