Topik : 

Kapolsek dan Ibu Korban Selisih Soal Pengeroyokan di Halaman Polsek Abansel 

Reporter : Jack
  • Bagikan
Videoshot 20251025 192009
Yolfni Taek (Korban Pengeroyokan di Halaman Polsek Abansel - Hana Selan

Kasus pengeroyokan di halaman Polsek Amanuban Selatan memanas. Kapolsek dan ibu korban berbeda keterangan soal jumlah anggota polisi di lokasi. Keluarga korban tolak mediasi dan siap lapor ke Propam.

Soe, Timor Savana — Kasus pengeroyokan di halaman Polsek Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, terus menjadi sorotan publik setelah munculnya kontradiksi antara keterangan Kapolsek dan ibu korban.

Perbedaan versi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi penanganan kasus tersebut.

Merah Putih Ilustrasi Selamat Hari Pemuda Konten Instagram 20251027 210354 0000

Kapolsek Amanuban Selatan, Iptu Hadijanto Praden, dalam keterangannya menegaskan bahwa saat kejadian hanya terdapat dua anggota polisi di lokasi, yakni Kanit Reskrim dan seorang anggota piket.

Baca Juga :  Niko Manao Desak Kapolres TTS Tindak Polisi Diam Saat Pengeroyokan

“Awalnya anak ini, Yudas, dipukul di area persawahan Desa Bena oleh Yolfni Taek. Setelah itu dia datang dengan keluarga lapor ke Polsek. Tidak lama, Yolfni juga datang berteriak-teriak ajak duel. Situasi panas, warga datang, dan terjadi keributan. Anggota hanya dua orang—satu urus laporan, satunya adalah Kanit Reskrim,” jelas Hadijanto, Senin (20/10/2025).

Namun, pernyataan itu dibantah keras oleh Hana H. Selan, ibu kandung dari Yolfni Taek, salah satu korban pengeroyokan.

  • Bagikan