TTS,Timorsavana.com || Dua persoalan keluarga yang melibatkan AML, UL, dan FT diselesaikan secara damai melalui mediasi di Polres Timor Tengah Selatan setelah klarifikasi dan penarikan laporan.
Dua persoalan yang sempat melibatkan AML, UL, dan FT akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke ranah hukum setelah dilakukan klarifikasi bersama di Polres Timor Tengah Selatan (TTS).
Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang dibuat dan ditandatangani oleh para pihak tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, bertempat di Polres TTS, Senin (12/1/2025).
Persoalan bermula dari sebuah peristiwa yang terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WITA, di rumah UL.
Saat itu, FT datang ke rumah UL dengan maksud sekadar mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, mengingat hubungan kekeluargaan yang masih terjalin erat di antara keduanya.
Namun karena panggilan FT tidak terdengar, ia kemudian membuka penutup jendela dan masuk ke dalam rumah.
Tindakan tersebut membuat YL selaku pemilik rumah merasa keberatan dan menegur FT karena menilai masuk ke rumah melalui jendela dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik rumah.
Merasa takut atas teguran tersebut, FT mengurungkan niatnya untuk menyalami dan langsung meninggalkan rumah UL pada malam itu.
Peristiwa tersebut kemudian disampaikan UL kepada keluarga besarnya dan mendapat respons serius dari pihak keluarga.
Salah satu anggota keluarga, AML, kemudian mengunggah peristiwa tersebut di akun media sosial Facebook miliknya. Dalam unggahan itu, FT dituding melakukan upaya pencurian di rumah UL.
Unggahan tersebut selanjutnya dibagikan kembali oleh beberapa anggota keluarga lainnya dan disertai narasi tambahan yang dinilai menyudutkan FT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













