“Kepala desa seharusnya memberi contoh kepada masyarakat, bukan mencederai institusi pemerintahan dengan perbuatan tidak bermoral,” kata salah satu anggota keluarga Ayub dengan nada geram.
Ia juga menolak segala bentuk pendekatan damai atau penyelesaian adat yang menurutnya justru mengaburkan substansi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pejabat publik.
Ayub bersama kuasa keluarga menyatakan siap membawa kasus ini hingga ke pengadilan dan tidak akan berhenti sampai ada keadilan yang ditegakkan.
“Denda adat bukan solusi. Ini masalah hukum. Ada istri orang yang diambil, dan pelakunya pejabat publik. Negara harus hadir!” tegas keluarga Ayub di kepada Timor Savana.com.
Sementara itu, baik Noh Ninef maupun Nonci E. Solle belum memberikan pernyataan resmi di hadapan media terkait tudingan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













