Semoga CV Anugerah Cipta Jaya Tidak Amnesia

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260416 WA0019

Kupang,Timorsavana.com || Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek ruas jalan Mauponggo–Puuwada menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah. Namun, dalam pelaksanaannya, proyek ini masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. CV Anugerah Cipta Jaya sebagai pihak pelaksana proyek kini menjadi sorotan publik. Hal ini disebabkan oleh belum rampungnya beberapa item pekerjaan yang seharusnya menjadi bagian penting dari proyek tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap komitmen penyedia jasa dalam menyelesaikan pekerjaan secara menyeluruh.

Masyarakat Desa Ngera menjadi salah satu pihak yang paling terdampak dari kondisi ini. Mereka merasakan langsung dampak dari belum selesainya pembangunan, terutama pada aspek drainase dan struktur pendukung jalan. Beberapa item pekerjaan yang belum diselesaikan antara lain pembangunan deker dan saluran air. Padahal, kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan jalan terhadap kerusakan akibat air. Tanpa adanya deker dan saluran yang memadai, jalan berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.

Warga setempat mengungkapkan harapan agar CV Anugerah Cipta Jaya tidak melupakan tanggung jawabnya. Mereka berharap perusahaan tersebut tidak “amnesia” terhadap kewajiban yang masih harus diselesaikan. Istilah “amnesia” yang digunakan masyarakat mencerminkan kekhawatiran akan adanya pengabaian tanggung jawab setelah proyek dianggap selesai secara administratif. Kondisi ini tentunya tidak diharapkan terjadi, mengingat proyek ini menggunakan anggaran yang bersumber dari keuangan negara.

Dalam pernyataannya, pihak CV Anugerah Cipta Jaya menyampaikan bahwa mereka siap untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung. Namun, penyelesaian tersebut direncanakan setelah adanya pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pernyataan ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga menilai bahwa komitmen tersebut perlu dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Baca Juga :  Polresta Kupang Kota Rayakan Hari Ulang Tahun ke-78 dengan Semangat Pelayanan dan Kesatuan

Masyarakat berharap agar penyelesaian pekerjaan tidak bergantung semata pada hasil pemeriksaan. Mereka menginginkan adanya inisiatif dari pihak kontraktor untuk segera menuntaskan kewajiban yang ada. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek pemerintah. Selain itu, penyelesaian pekerjaan juga akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pengguna jalan.

Pemerintah daerah diharapkan turut mengambil peran aktif dalam mengawasi penyelesaian proyek ini. Pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa semua item pekerjaan diselesaikan sesuai dengan kontrak. Transparansi dalam proses penyelesaian juga menjadi hal yang sangat penting. Dengan adanya keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengetahui perkembangan proyek secara jelas.

Selain itu, pihak terkait juga diharapkan dapat memberikan sanksi tegas apabila terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Penegakan aturan yang konsisten akan meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur.

IMG 20260416 WA0018

*Tanggapan PERMASNA Kupang*

Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo (PERMASNA) Kupang turut angkat bicara terkait polemik ini. Ketua Umum PERMASNA Kupang Periode 2025/2026, Silverius Y.T. Jogo, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

  • Bagikan