Kupang,timorsavana.com- Polemik pengurusan kuota sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kian memanas. Dugaan praktik tidak transparan dalam distribusi kuota kini menyeret nama Zetho dan Roni, dua sosok di luar birokrasi yang disebut-sebut memiliki peran dalam proses tersebut.
Isu ini terkuak dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD TTS. Dalam forum resmi itu, para pengusaha ternak secara terbuka menyampaikan adanya dugaan setoran uang sebagai syarat untuk mendapatkan kuota sapi.
Pengusaha mengaku, setelah melalui proses awal dan bahkan bertemu dengan Wakil Bupati TTS, mereka diarahkan untuk menemui Zetho. Dalam pertemuan lanjutan itulah, disebut adanya kewajiban menyetor uang sebesar Rp300.000 per ekor sapi yang akan dikeluarkan.
Tidak hanya satu suara, sejumlah pengusaha lain juga mengungkapkan pengalaman serupa. Mereka menyebut adanya pola yang berulang dalam proses pengurusan kuota, di mana akses terhadap kuota tidak sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme resmi.
Plt Kepala Dinas Peternakan TTS dalam RDP tersebut menjelaskan bahwa secara prosedural, setiap pengajuan kuota harus melalui verifikasi lapangan sebelum diteruskan ke pimpinan daerah, yakni Wakil Bupati TTS. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya jalur lain yang diduga turut memengaruhi proses tersebut.
Menanggapi tudingan yang berkembang, Zetho dan Roni hadir dalam rapat lanjutan untuk memberikan klarifikasi. Keduanya secara tegas membantah adanya praktik pengaturan kuota sapi yang disertai permintaan setoran.
Zetho menyatakan bahwa keterlibatannya semata-mata dalam kapasitas sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Peternakan Sapi Kupang Cabang TTS. Ia mengaku bahwa pengusaha yang datang kepadanya biasanya telah diarahkan sebelumnya, dan dirinya hanya memberikan rekomendasi sebagai bagian dari peran organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa asosiasi yang dipimpinnya baru terbentuk pada Januari 2026, sehingga menurutnya tidak relevan jika dikaitkan dengan praktik-praktik yang terjadi sebelum periode tersebut.
Sementara itu, Roni mengakui adanya aliran dana dari sejumlah pengusaha, namun ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan urusan pribadi dalam bentuk pinjaman maupun uang rokok.
Bantahan tersebut langsung dipatahkan oleh pengakuan para pengusaha. Salah satunya berinisial ES yang menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang dalam konteks pinjaman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













