Keluarga almarhum Gustaf Nabuasa meminta Polres Timor Tengah Selatan mengusut kematian mantan anggota DPRD TTS sebagai dugaan pembunuhan berencana. Mereka mengaku memiliki sejumlah alasan yang perlu didalami penyidik.
Soe, TimorSavana.com|| – Keluarga almarhum Gustaf Nabuasa tetap pada pendiriannya agar penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) mengusut kematian mantan anggota DPRD TTS tersebut sebagai dugaan pembunuhan berencana.
Permintaan itu terus disampaikan keluarga dalam berbagai kesempatan, mulai dari proses pemeriksaan penyidik, rekonstruksi perkara hingga saat melakukan audiensi dengan jajaran Polres TTS.
Menurut keluarga, terdapat sejumlah peristiwa yang terjadi sebelum kematian Gustaf Nabuasa dan dinilai perlu didalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Salah satu hal yang menjadi perhatian keluarga ialah adanya dugaan ancaman yang disebut telah diterima sebelum peristiwa penganiayaan yang menewaskan Gustaf Nabuasa.
Keluarga mengaku pernah mendengar ucapan,
“kita harus kasih mati joker merah.” Menurut mereka, istilah “joker merah” merujuk kepada Gustaf Nabuasa dan Carles Nabuasa.
Atas informasi tersebut, keluarga menyebut Gustaf Nabuasa dan Carles Nabuasa sempat melaporkannya ke Polsek Amanuban Selatan. Namun, keluarga menilai informasi tersebut saat itu hanya dianggap sebagai laporan biasa dan belum dipandang sebagai ancaman yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Setelah Gustaf Nabuasa meninggal dunia, keluarga mengaku kembali menghubungkan berbagai peristiwa yang sebelumnya tidak dianggap penting.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













