Kupang,Timorsavana.com – Marthen Dira Tome mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat sektor peternakan dan pertanian lokal.
Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga membuka peluang besar dalam menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Marthen menyoroti masih adanya praktik pemasokan ayam beku dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, termasuk dalam skema MBG. Ia menilai langkah tersebut justru menghambat pertumbuhan ekonomi lokal karena tidak memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
“Kalau kita terus membeli dari luar, uang yang masuk ke daerah akan kembali keluar. Ini merugikan. Padahal, kalau peternakan dibangun di sini, banyak tenaga kerja bisa terserap,” ujarnya.
Selain berdampak pada ekonomi, Marthen juga menyinggung aspek kualitas pangan. Ia meragukan mutu ayam beku yang didatangkan dari luar daerah karena tidak diketahui secara pasti waktu pemotongan hingga proses distribusinya.
Hal tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kandungan protein dan nilai gizi yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat MBG. Karena itu, ia menekankan pentingnya penyediaan bahan pangan segar yang bersumber dari produksi lokal.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program MBG, Marthen mulai mendorong pengembangan peternakan ayam potong bersama kelompok masyarakat dan unsur gereja dengan skala awal 1.000 hingga 2.000 ekor.
Ia juga menyiapkan pendampingan teknis bagi para peternak agar usaha dapat berjalan optimal, termasuk menekan angka kematian ternak hingga di bawah 10 persen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













