“Ini usaha yang menjanjikan, tetapi harus dikelola secara serius dan dengan pengetahuan yang memadai,” katanya.
Tidak hanya di sektor peternakan, Marthen juga mengembangkan program “Kebun Masa Depan” yang telah menghasilkan berbagai komoditas, seperti semangka, tomat, cabai, serta aneka sayuran untuk mendukung kebutuhan pangan lokal.
Ia menegaskan, integrasi antara sektor pertanian dan peternakan menjadi kunci agar program MBG dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Marthen juga mengingatkan pemerintah daerah dan desa agar memanfaatkan momentum program MBG untuk mendorong pembangunan ekonomi, bukan sekadar berfokus pada proyek fisik.
“Program ini membawa uang ke daerah. Tinggal bagaimana kita mengelolanya agar berputar di sini dan menciptakan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia optimistis, jika dikelola dengan baik, program MBG dapat menjadi instrumen efektif dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Mari kita sambut program ini dengan serius. Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi peluang besar untuk membangun ekonomi rakyat dari desa,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













