Nahason menjelaskan, pembangunan fasilitas serupa tidak hanya dilakukan di Pulau Timor. BBWS Nusa Tenggara II juga merencanakan pembangunan hanggar secara bertahap di wilayah lain yang menjadi lokasi penyebaran aset alat berat, khususnya Pulau Sumba dan Flores.
“Ada tiga pulau besar di NTT, yakni Timor, Sumba, dan Flores. Aset alat berat kita juga tersebar di tiga pulau besar ini. Makanya kita membangun secara bertahap. Pastinya tahun depan kita bangun untuk Sumba dan Flores, di Maumere,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan hanggar merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menjaga aset negara agar dapat digunakan secara optimal dan memiliki masa pakai yang lebih panjang.
Nahason yang menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kota Kupang itu memilih untuk tidak banyak berbicara mengenai berbagai pekerjaan yang telah dilakukannya. Menurut dia, hasil kerja nyata lebih penting daripada sekadar menyampaikan banyak klaim.
“Selain pembangunan gedung ini, ada hasil kerja lain yang tidak perlu saya sebut. Prinsip saya, lebih baik banyak bekerja daripada banyak omong tanpa berbuat,” pungkas Nahason.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













