Dok. Harkat Indonesia
KUPANG,timorsavana.com — Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (Satker OP BBWS Nusa Tenggara II), Nahason Harianja, ST, MT, menginisiasi pembangunan hanggar untuk melindungi dan menertibkan aset inventaris milik BBWS Nusa Tenggara II.
Pembangunan hanggar tersebut ditujukan untuk menampung sejumlah alat berat, dump truck, serta peralatan lainnya yang selama ini terparkir di area terbuka dan terpapar langsung sinar matahari maupun hujan.
Nahason mengatakan, gagasan pembangunan hanggar berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi aset negara yang memiliki nilai cukup besar sehingga perlu mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.
“Awalnya saya berpikir bahwa inventaris balai ini sangat mahal. Karena itu perlu dibangun gedung untuk menampung alat-alat berat, dump truck, dan alat-alat lainnya yang harganya sangat mahal dan selama ini terparkir secara terbuka. Siang dipanggang matahari, malam diguyur hujan,” ujar Nahason kepada media, Minggu (9/8/2026), di halaman Satker ATAB BBWS Nusa Tenggara II, kawasan Wali Kota, Kota Kupang.
Menurut dia, pembangunan hanggar tidak hanya bertujuan melindungi aset dari kerusakan akibat faktor cuaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menertibkan pemanfaatan dan pengelolaan alat-alat berat milik BBWS Nusa Tenggara II.
Berdasarkan pantauan di lokasi, hanggar tersebut memiliki luas sekitar 20 x 45 meter. Bangunan itu diproyeksikan mampu menampung sejumlah alat berat dan peralatan siap pakai milik BBWS Nusa Tenggara II yang sebelumnya ditempatkan di area terbuka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













