Duka di Hari Kemerdekaan, Ketua DPRD TTS Soroti Tragedi Gempa Flores dan “Kemerdekaan” yang Belum Merata

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260817 WA0136

Ketua DPRD TTS Moerdekai Liu menyampaikan duka atas gempa Flores 15 Agustus 2026 dan menyoroti ketimpangan pembangunan, termasuk empat desa tanpa listrik di kawasan Mutis Timau.

Soe, TimorSavana.com || 17 Agustus 2026 menjadi hari kemerdekaan yang penuh duka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Di tengah berkibarnya Merah Putih memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, warga Flores masih berjibaku menghadapi dampak gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Moerdekai Liu kerap disapa Deky Liu, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat Flores yang menjadi korban bencana tersebut. Pesan duka itu disampaikannya seusai mengikuti upacara bendera HUT ke-81 RI di halaman Kantor Bupati TTS, Senin (17/8/2026).

“Kami menyampaikan duka yang mendalam terhadap masyarakat kita yang saat mengalami bencana di Flores,” kata Deky.

Menurut dia, suasana peringatan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda bagi masyarakat Flores. Saat sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan hari kemerdekaan, para penyintas justru masih berada dalam suasana kehilangan, trauma, dan menghadapi kebutuhan mendesak setelah bencana.

“Hari ini 17 Agustus, kemarin mereka juga sudah persiapan. Yang pasti hari ini mereka merayakan dalam keadaan duka,” ujarnya.

Deky kemudian mengajak masyarakat TTS turut merasakan penderitaan saudara-saudara mereka di Flores. Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui solidaritas kepada warga yang sedang tertimpa musibah.

“Maka itu saya awali semua dengan mengucapkan duka yang mendalam bersama masyarakat Kabupaten TTS untuk saudara-saudari kita di Flores,” katanya.

Bencana Flores terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Flores pada 15 Agustus 2026. Dampaknya meluas, dengan korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, pengungsian, hingga gangguan akses di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  BPBD TTS Turun ke Lokasi Longsor Desa Sabun Hari Ini

Data yang dilaporkan pada 17 Agustus menyebut sedikitnya 54 orang meninggal dunia, 135 orang terluka, dan lebih dari 5.000 warga mengungsi.

  • Bagikan