Gubernur kemudian menitipkan sejumlah pesan kepada Sekda yang baru dilantik, terutama untuk membangun birokrasi yang solid, memastikan kebijakan menjadi tindakan nyata, menghadirkan pelayanan yang cepat dan akuntabel, serta menjaga integritas.
“Saya tidak membutuhkan birokrasi yang hanya pandai membuat dokumen. Saya membutuhkan birokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan. Visi dan program pembangunan harus turun menjadi kegiatan nyata, dan kegiatan nyata harus menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan dana penanganan bencana. Menurutnya, pengawasan harus diperkuat agar seluruh anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Jangan main-main dengan dana bencana. Kalau kita main-main dengan dana bencana, maka itu bisa mendatangkan ‘bencana’. Setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk bekerja seadanya. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong birokrasi untuk semakin kreatif, efisien, inovatif, dan bertanggung jawab.
Menurut Gubernur, keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari banyaknya rapat, surat, atau kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan merasakan manfaat pembangunan.
“Ukuran keberhasilan kita adalah: apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat? Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan,” ungkapnya.
Di tengah penanganan dampak gempa Flores, Gubernur menegaskan agenda pembangunan NTT harus tetap berjalan. Pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi harus terus diperkuat.
“Saya dan Pak Wakil Gubernur membutuhkan Sekda yang mampu menjadi jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata birokrasi. Kita membutuhkan Sekda yang mampu menyelesaikan masalah, membangun komunikasi, bukan sekat; menggerakkan, bukan menghambat; dan memberikan keteladanan, bukan hanya memberikan instruksi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kebersamaan.
“Kita mungkin sedang menghadapi badai. Tetapi badai bukan alasan untuk berhenti berlayar. Dalam badai, kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid, dan keberanian untuk terus bergerak,” katanya.
Gubernur mengutip ungkapan Latin “Per aspera ad astra,” yang berarti melalui kesulitan, kita menuju bintang-bintang.
“NTT hari ini berada di jalan yang terjal. Gempa, keterbatasan fiskal, dan tantangan pembangunan hadir silih berganti. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras, integritas, dan kebersamaan, kita akan mencapai kejayaan yang kita cita-citakan,” pungkasnya.
Kepada Sekda NTT yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar amanah tersebut segera diwujudkan melalui kerja nyata.
“Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat. Dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” tandas Gubernur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













