Christian Widodo: Isi Kemerdekaan dengan Membentuk Manusia Tangguh dan Solidaritas Sosial

  • Bagikan
unnamed 2

“Ini baru dimulai sejak saya bersama Ibu Wakil Wali Kota Serena memimpin Kota Kupang. Tahun lalu sudah ada dan sekarang menjadi yang kedua. Piala bergilir ini dibuat dari bahan daur ulang. Pesannya jelas, kita harus tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap penggunaan material daur ulang dalam berbagai kegiatan dapat menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di Kota Kupang.

Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selain olahraga dan pembinaan atlet, kejuaraan tinju tersebut juga menjadi momentum untuk menggalang solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Christian mengajak masyarakat Kota Kupang ikut membantu warga yang sedang menghadapi bencana. Menurutnya, masyarakat NTT merupakan satu keluarga sehingga penderitaan yang dialami saudara-saudara di Flores juga menjadi tanggung jawab bersama.

“Satu pulau terguncang dan terluka, satu NTT ikut merasakan. Saudara-saudara kita di Flores tidak sendiri. Katong ada bersama kalian,” katanya.

Penggalangan dana dilakukan melalui kotak donasi maupun pembayaran digital menggunakan QRIS. Christian menyatakan dirinya akan mengawali bantuan tersebut dengan donasi sebesar Rp5 juta.

Ia menegaskan, solidaritas tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Masyarakat dapat hadir dan memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

“Bencana boleh mengguncang tanah tempat kita berpijak, merusak bangunan yang kita dirikan, dan mengubah kehidupan dalam hitungan detik. Tetapi satu hal yang tidak boleh runtuh adalah harapan kita bersama,” ujar Christian.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan filosofi olahraga tinju. Ketika seorang petinju terjatuh, perjuangan belum berakhir selama masih ada kekuatan untuk bangkit.

Begitu pula dengan masyarakat yang sedang menghadapi bencana dan berbagai persoalan kehidupan.

“Jatuh bukan berarti selesai. Kita harus bangkit bersama,” katanya.

Christian pun meminta seluruh petinju yang bertanding untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga semangat persaudaraan selama kejuaraan berlangsung.

Baca Juga :  Bank NTT Dorong Transformasi Digital Pembayaran Pajak Kendaraan

Ia berharap pertandingan tersebut tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kota Kupang, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, disiplin, serta memiliki semangat kebersamaan.

Bagi Christian, semangat kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang bagaimana masyarakat hari ini terus bergerak menghadapi tantangan dan membangun masa depan bersama.

  • Bagikan