Kupang, timorsavana.com || Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga melalui kerja nyata membangun manusia yang tangguh, berkarakter, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan Christian saat menghadiri kejuaraan tinju yang digelar di arena pameran HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di halaman Harper Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Christian, olahraga tinju memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan. Seorang petinju tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan disiplin, tanggung jawab, mental yang kuat, serta keberanian untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan.
“Seorang petinju sejati tidak dinilai dari kerasnya pukulan, tetapi dari kemampuannya bangkit kembali ketika jatuh,” kata Christian.
Ia mengatakan, kejuaraan tinju tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mencari dan membina bibit atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kota Kupang pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2026.
Atlet-atlet yang menunjukkan potensi juga diharapkan dapat masuk dalam pembinaan jangka panjang untuk dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Christian menilai, pembinaan olahraga merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan melalui pembangunan sumber daya manusia. Dari olahraga, generasi muda dapat belajar tentang disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, dan ketangguhan mental.
“Di tinju kita belajar banyak hal. Ada disiplin, tanggung jawab, mental yang tangguh, serta semangat untuk jatuh dan bangkit lagi,” ujarnya.
Melawan “Penjajah” Masa Kini
Dalam kesempatan itu, Christian juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan.
Jika dahulu bangsa Indonesia berjuang melawan penjajahan dan ancaman senjata, saat ini masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang dapat melemahkan kehidupan sosial dan persatuan.
Ia menyebut penyalahgunaan teknologi, berita bohong, narkoba, judi daring, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, hingga ketidakadilan sebagai tantangan yang perlu dihadapi secara bersama-sama.
“Perjuangan harus kita lanjutkan. Bedanya, lawannya sekarang berbeda. Kalau dulu melawan penjajah, sekarang kita melawan persoalan-persoalan yang melemahkan kehidupan dan persatuan,” katanya.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menurut Christian, harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan kualitas manusia.
Christian juga mengapresiasi penyelenggara kejuaraan yang kembali menghadirkan piala bergilir berbahan sisa kayu dan material daur ulang.
Menurutnya, penggunaan material daur ulang bukan hanya persoalan bentuk atau teknis pembuatan piala, tetapi membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













