SD GMIT Soe II mementaskan tarian tradisional Telsain pada Festival Budaya 23 Oktober 2026. Sekolah ingin menanamkan kecintaan budaya Timor kepada siswa.
Soe, TimorSavana.com— Siswa SD GMIT Soe II kembali mementaskan tarian tradisional Telsain dalam festival budaya tingkat sekolah dasar pada Jumat, 23 Oktober 2026. Bagi sekolah ini, penampilan tersebut bukan hanya upaya mempertahankan prestasi tahun lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan budaya Timor kepada anak-anak dan masyarakat luas.
Guru kelas VI C sekaligus pembimbing tarian, Anita Taek, S.Pd., Gr., mengatakan para siswa telah menjalani latihan sejak Agustus 2026. Latihan dilakukan secara rutin setelah kegiatan belajar mengajar, termasuk memanfaatkan waktu istirahat kedua hingga jam pulang sekolah.
“Tahun lalu kami juara satu untuk kategori SD. Target juara pasti kami targetkan, tetapi kami juga tahu bahwa banyak yang ikut dalam lomba sehingga kami tampil semaksimal mungkin,” kata Anita saat diwawancarai seusai pementasan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Latihan Berawal dari Pengenalan Tarian
Anita mengatakan, ia baru sekitar dua tahun melatih anak-anak untuk menampilkan tarian Telsain. Ia mempelajari tarian tersebut secara mandiri setelah menemukannya melalui internet, kemudian berusaha memahami gerakannya sebelum mengajarkannya kepada para siswa.
“Awalnya saya tahu dari internet dan pelajari pelan-pelan, lalu melatih anak-anak. Awalnya susah, tetapi kami terus berlatih dan akhirnya sudah terbiasa,” ujarnya.
Menurut Anita, proses latihan pada awalnya tidak selalu mudah. Para siswa perlu menyesuaikan diri dengan gerakan tarian yang belum mereka kuasai. Namun, latihan rutin membuat mereka semakin terbiasa dan mampu mempersiapkan penampilan secara lebih terarah.
Ia mengatakan, semangat para siswa menjadi salah satu hal yang membuat proses latihan terus berjalan. Bahkan, menurut dia, anak-anak kerap mengingatkan dirinya ketika latihan belum dilakukan.
“Mereka begitu bersemangat. Ketika tidak latihan, mereka mencari saya di kelas dan bilang, ‘Ibu, kita harus latihan sudah.’ Jadi, kami tiap hari diwajibkan untuk latihan,” kata Anita.
Antusiasme itu, menurut Anita, tumbuh dari kemauan anak-anak sendiri. Ia tidak selalu harus meminta mereka untuk berlatih karena para siswa sudah memahami bahwa persiapan diperlukan sebelum tampil di hadapan penonton dan juri.
Orang Tua dan Komite Mendukung Persiapan
Dukungan terhadap penampilan siswa juga datang dari orang tua dan komite sekolah. Anita mengatakan pihak sekolah menyampaikan informasi kepada orang tua mengenai keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan festival, termasuk melalui pertemuan setelah pendaftaran dan technical meeting.
Menurut dia, orang tua menyambut rencana tersebut dengan baik. Mereka turut mendukung persiapan siswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal.
Sekretaris Komite SD GMIT Soe II, Gio Nenabu, mengatakan komite mendukung kegiatan festival budaya yang melibatkan sekolah-sekolah, terutama karena memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan menampilkan kesenian daerah.
“Kami sangat mendukung kegiatan festival budaya yang melibatkan sekolah-sekolah, terutama SD GMIT Soe II. Kami sangat bangga karena persiapan anak berlangsung kurang lebih dua minggu,” kata Gio.
Ia menjelaskan, salah satu harapan sekolah dan komite adalah mempertahankan prestasi juara pertama yang diraih pada tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menyerahkan hasil penilaian kepada panitia dan juri.
“Tujuan kami sederhana saja, yakni mempertahankan juara satu yang kami raih tahun lalu. Namun, penilaian seluruhnya kami serahkan kepada panitia dan juri,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













