“NTT memiliki begitu banyak budaya dan etnis. Kalau hanya dipelajari di dalam kampus tanpa ditampilkan kepada masyarakat, maka manfaatnya tidak akan maksimal. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara melestarikan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada publik,” katanya.
Abraham menambahkan, hasil eksplorasi budaya yang dilakukan perguruan tinggi nantinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah kabupaten, kota maupun Provinsi NTT dalam menyusun program pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu menjadikan seni dan budaya sebagai daya tarik utama wisatawan sehingga memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
“Di negara-negara yang maju sektor pariwisatanya, hampir setiap hari ada pertunjukan seni dan budaya. Semua itu mampu menarik wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saya berharap hal seperti ini juga bisa berkembang di NTT,” ujarnya.
Karena itu, Abraham mendorong agar Universitas Citra Bangsa terus memperbanyak kegiatan pentas seni dan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar ruang-ruang publik semakin hidup dengan berbagai pertunjukan budaya.
Ia optimistis apabila kegiatan semacam ini dilakukan secara berkelanjutan, maka seni dan budaya NTT tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata yang mendukung pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, Abraham mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan lulusan Universitas Citra Bangsa. Ia menyampaikan bahwa pada tahun depan akan dibuka lebih banyak peluang kerja bagi para lulusan sehingga diharapkan mahasiswa terus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri sejak di bangku kuliah.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













