Jemaat Sesawi Oekamusa tercatat memperoleh bantuan alat musik senilai Rp 12,5 juta berupa 15 ukulele, gitar akustik, dan cajon. Adapun rumpun Kiutfekan Oeleu mendapat bantuan 100 kursi Napoli senilai Rp 20 juta.
Alokasi untuk perlengkapan kegiatan masyarakat juga mencakup bantuan lima unit tenda dan 250 kursi bagi pemuda Kelurahan SoE dan Karang Sirih. Masing-masing kegiatan tercatat mendapat Rp 95 juta, sehingga total alokasi untuk kedua kegiatan tersebut mencapai Rp 190 juta.
Di sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, terdapat delapan kegiatan bantuan benang tenun ikat bagi kelompok di Kecamatan Amanatun Utara, Amanuban Timur, Toianas, dan Kokbaun. Setiap kegiatan tercatat memperoleh Rp 10 juta. Sementara bantuan bagi kelompok tani berupa bibit, kultivator, dan selang HDPE sepanjang 1.000 meter berada pada kisaran Rp 17,5 juta hingga Rp 20 juta per kelompok.
Dukungan untuk kegiatan olahraga dan hiburan juga tercantum dalam data tersebut. Di antaranya Gerindra Cup senilai Rp 50 juta, El Tari Cup Rp 30 juta, Turnamen Biliar Bupati Cup Rp 50 juta, serta Festival Musik Rohani Klasis SoE Timur sebesar Rp 25 juta.
Ragam alokasi itu sebelumnya menjadi bagian dari kritik Anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek, yang menyoroti persoalan skala prioritas dalam penganggaran. Kritik tersebut berkaitan dengan pemanfaatan anggaran untuk sejumlah kegiatan dan bantuan, sementara kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur jalan dan akses air bersih, masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Ketua DPRD TTS sebelumnya menegaskan bahwa keputusan mengenai anggaran tersebut diambil secara kolektif kolegial dan tidak terdapat hal ilegal dalam dokumen yang dibahas. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
“Bahwa tidak ada yang ilegal di dalam dokumen ini. Keputusan itu kan diambil bersama-sama,” tegas Ketua DPRD TTS.
Meski demikian, penjelasan mengenai proses pengambilan keputusan belum dengan sendirinya menjawab selisih Rp 90 juta dalam perbandingan data yang diperoleh. Publik masih membutuhkan klarifikasi mengenai kesesuaian total anggaran dengan rincian kegiatan, termasuk apakah terdapat komponen belanja yang belum masuk dalam daftar 53 kegiatan tersebut.
Media TimorSavana.com menyatakan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait mengenai polemik anggaran Rp 3,5 miliar tersebut. Hingga penjelasan resmi mengenai selisih itu diperoleh, penyebab perbedaan angka Rp 90 juta belum dapat dipastikan. Transparansi atas rincian dan dasar penganggaran menjadi penting agar penggunaan APBD TTS dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat..
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













