Kasus kematian bayi di RSUD Soe ungkap carut-marut layanan rumah sakit. DPRD TTS desak evaluasi total. Ada 8 masalah kronis yang terungkap.
Timor Savana, Soe — Kematian tragis seorang bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), memantik gelombang kemarahan publik. Di balik tangisan duka keluarga, terbuka pula borok sistemik layanan kesehatan yang selama ini luput dari perhatian.
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius L. Usfunan, SH, menyebut insiden ini sebagai puncak dari berbagai persoalan kronis yang selama ini menghantui RSUD milik pemerintah itu. “Kami minta klarifikasi langsung dari direktur. Ini bukan kelalaian biasa. Ini soal nyawa,” ujar Relygius, Kamis, 19 Juni 2025.
Menurut politisi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD TTS periode 2019–2024 itu, pihaknya telah menginventarisasi delapan persoalan utama di RSUD Soe yang menjadi sumber keluhan publik: dari prosedur birokratis yang berbelit, minimnya tenaga medis, obat yang langka, fasilitas rusak, hingga sikap tenaga kesehatan yang disebut arogan dan tidak empatik.
“Dari kasus kematian bayi itu, paling tidak kita bisa lihat bagaimana buruknya fasilitas, lambannya pelayanan, dan komunikasi yang jauh dari standar kemanusiaan,” kata Relygius.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












