Rakerda REI NTT 2026 Soroti Penurunan Penjualan Rumah, Developer Minta Dukungan Pemerintah

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
20261106 110256

KUPANG,timorsavana.com – Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 dengan mengusung tema “Developer Tangguh Bersinergi, Bergerak Membangun NTT”, Jumat, 6 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 10 Hotel Harper Kupang tersebut menjadi momentum bagi para pengembang perumahan untuk mengevaluasi kondisi sektor properti sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perumahan di NTT.

Rakerda ini dihadiri Gubernur NTT yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, SH., M.Hum., Wakil Ketua Umum REI, Ketua DPD REI NTT Candra Sentosa, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI NTT Bobby Pitoby, Ketua Kadin NTT Bobby Lianto, perwakilan Bank NTT, Bank BTN, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Nobu, serta anggota REI NTT.

Ketua Panitia, George Rudi Berelaku, dalam laporannya mengungkapkan bahwa sektor perumahan di NTT sedang menghadapi tantangan serius, terutama terkait penurunan penjualan rumah dan penyerapan kredit perumahan.

Ia menyebutkan, penjualan rumah oleh pengembang di NTT pada tahun ini baru mencapai sekitar 600 unit, jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.300 unit.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat yang berdampak langsung terhadap penjualan rumah maupun realisasi akad kredit.

Selain persoalan daya beli, para pengembang juga menghadapi sejumlah kendala administratif dan teknis, mulai dari proses pengurusan perizinan, perubahan status hak atas tanah, hingga proses penerbitan dokumen pertanahan yang dinilai masih membutuhkan waktu cukup panjang.

Melalui Rakerda tersebut, pihaknya berharap berbagai persoalan yang dialami pengembang di kabupaten dan kota dapat dihimpun untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pengurus REI di tingkat pusat.

Baca Juga :  Gubernur NTT Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi DPRD tentang Perubahan Status Bank NTT Menjadi Perseroda

Sementara itu, Ketua DPD REI NTT, Candra Sentosa, menegaskan bahwa tema Rakerda tahun ini merupakan bentuk komitmen para pengembang untuk tetap tangguh di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Menurut Candra, sektor properti memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian NTT. Kemajuan sektor perumahan tidak hanya berdampak pada pembangunan hunian, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan berbagai sektor usaha pendukung.

Ia menjelaskan, industri properti memiliki sekitar 170 sektor turunan yang turut mendapatkan manfaat dari aktivitas pembangunan perumahan, mulai dari tenaga kerja konstruksi, penyedia pasir, batu putih, batu karang hingga berbagai kebutuhan material bangunan.

“Kalau developernya properti tidak maju, saya yakin bahwa Nusa Tenggara Timur juga tidak akan maju cepat,” ungkap Candra.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi sektor properti terhadap perekonomian daerah sangat besar. Salah satu kontribusi yang disorot adalah sekitar Rp21 miliar yang berkaitan dengan pembayaran upah tukang dan buruh, belum termasuk berbagai kontribusi lainnya.

Karena itu, Candra meminta pemerintah daerah memberikan ruang dan dukungan lebih besar kepada pengembang agar dapat bersinergi dalam pembangunan NTT.

“Kami dari REI bersinergi dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur. Kami mohon untuk pemerintah juga memberikan kami karpet merah untuk bersinergi,” tegasnya.

Candra menekankan, berbagai masukan dan kritik yang disampaikan REI bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi maupun pengembang, melainkan demi mendorong percepatan pembangunan daerah.

Ia berharap pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan REI, terutama dalam mengatasi persoalan yang menghambat pengembangan kawasan perumahan.

Selain itu, Candra menegaskan bahwa REI NTT selama ini turut berkontribusi membuka kawasan-kawasan yang sebelumnya belum berkembang menjadi kawasan hunian yang layak.

Baca Juga :  Wagub Johni Asadoma Resmikan NTT Mart Sabu Raijua, Tekankan Standarisasi Kualitas Produk

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kegiatan penanaman pohon yang telah dilaksanakan REI NTT sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Candra turut mengajak masyarakat dan pemerintah untuk berpartisipasi dalam kegiatan REI Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026.

Ia menyebut REI Fun Run sebagai salah satu kegiatan lari dengan hadiah terbesar yang pernah diselenggarakan di NTT, dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.

  • Bagikan